Visi & Misi

2013-12-08


  1. VISI

    Visi Direktorat PPTM mengacu pada visi rencana strategis Kementerian Kesehatan RI tahun 2010-2014, yaitu: Masyarakat Sehat yang Mandiri dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Berkeadilan.

  2. MISI

    MISI Dalam rangka mewujudkan visi Masyarakat Sehat yang Mandiri dalam Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular dan Berkeadilan, maka misi Direktorat PPTM adalah:

    • Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat termasuk swasta dan masyarakat madani dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular.
    • Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular yang paripurna, merata, bermutu dan berkeadilan.
    • Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular.
    • Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular.

  3. STRATEGI

    • Memperkuat aspek legal pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular
    • Meningkatkan surveilans epidemiologi penyakit tidak menular
    • Meningkatkan deteksi dini (skrining) faktor risiko penyakit tidak menular
    • Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular
    • Meningkatkan kualitas penanganan kasus penyakit tidak menular
    • Meningkatkan kemitraan dan peran serta aktif masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular
    • Meningkatkan replikasi program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menula

  4. KEBIJAKAN

    • Meningkatkan advokasi dan sosialisasi program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular
    • Memperkuat surveilans epidemiologi faktor risiko dan kasus penyakit tidak menular
    • Mengembangkan dan memperkuat sistem informasi program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular
    • Mengembangkan dan memperkuat kegiatan deteksi dini (skrining) faktor risiko penyakit tidak menular
    • Meningkatkan dan memperkuat manajemen, pemerataan dan kualitas peralatan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular
    • Meningkatakan akses masyarakat terhadap pelayanan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular
    • Meningkatan peran pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam melakukan KIE yang benar tentang faktor risiko penyakit tidak menular
    • Meningkatkan penanganan kasus penyakit tidak menular sesuai standar
    • Mengembangkan dan memperkuat kegiatan program pencegahan dan penanggulangan faktor risiko penyakit tidak menular berbasis masyarakat
    • Mengembangkan dan memperkuat jejaring kerja program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular, baik nasional maupun internasional
    • Mengembangkan dan meningkatkan replikasi pilot proyek program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular dari satu atau lebih propinsi dan kabupaten/kota kep propinsi dan kabupaten/kota lainnya
    • Meningkatkan monitoring pelaksanaan kegiatan program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular
    • Mengembangkan dan memperkuat sistem pembiayaan program pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular

  5. INDIKATOR
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET
2010 (%) 2011 (%) 2012 (%) 2013 (%) 2014 (%)
Menurunnya angka kesakitan, kematian, dan kecacatan akibat penyakit tidak menular Persentase provinsi yang memiliki peraturan tentang Kawasan Tanpa Rokok 40 60 80 90 100
Persentase provinsi yang melakukan pembinaan pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular 50 70 80 90 100
Persentase kabupaten/kota yang melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular 10 15 20 25 30
Persentase kabupaten/ kota yang melaksanakan IVA dan CBE 5 10 15 20 25
Persentase kabupaten/kota yang mempunyai peraturan perundang-undangan (Surat Edaran/ instruksi/SK/ Peraturan walikota/bupati/PERDA) tentang pencegahan dan penanggulangan dampak merokok terhadap kesehatan 10 15 20 25 30

Berita Terbaru

  • POSBINDU DI TEMPAT KERJA (DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SOLOK, SUMATERA BARAT)
    Oleh : Sumatera Barat

    Pelaksanaan posbindu ditempat kerja di rutin (2 kali setahun), institusi/tempat kerja yang terakomodir baru 17 OPD di Kota Solok.

    Selengkapnya
  • Dalam rangka persiapan lomba desa siaga dan P2KS Desa Adimulyo
    Oleh : Lampung

    Puskesmas Adi luhur melakukan kegiatan pemeriksaan IVA dan CBE di Desa Adi Mulyo bersama PKK. Kabupaten Mesuji

    Selengkapnya
  • Workshop peningkatan pelayanan penderita Diabetes Melitus Tingkat Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Peningkatan kapasitas petugas pengelola program P2PTM puskesmas se-kabupaten Barru dalam melayani penderita penyakit Diabetes Melitus.

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus Di Instansi Dinas Kesehatan Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini Faktor Risiko PTM sekaligus pembentukan Posbindu Khusus di Dinas Kesehatan Kab. Barru pada tanggal 7 agustus 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai, Tanggal 6 Agustus 2017

    Selengkapnya