Peringatan Keselamatan Jalan tahun 2015

29 Oktober 2015

ditampilkan : 1636 kali

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA

PERINGATAN KESELAMATAN JALAN

KEGIATAN TAHUN 2015

Latar Belakang

Penyakit Tidak Menular  (PTM) menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, karena tingginya angka kematian yang diakibatkannya. Salah satu penyebab kematian PTM adalah kecelakaan lalu lintas.Kecelakaan lalu lintas (KLL) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang mempengaruhi semua sektor kehidupan. Data Riskesdas 2013 menunjukkan adanya peningkatan proporsi kejadian kecelakaan lalu lintas di masyarakat sebesar hampir dua kali lipat dari tahun 2013.

Kejadian kecelakaan lalu lintas cenderung menurun dalam jumlah maupun jenisnya dengan angka kejadian dari 100,106jiwa pada tahun 2013 menjadi  95.906jiwa pada tahun 2014. Dari segi ekonomi, diperkirakan secara kasar, biaya karena kecelakaan lalu lintas sebesar 1% dari produk national bruto di negara-negara dengan penghasilan rendah, dan semakin tinggi di negara maju.

Setiap kejadian kecelakaan lalu lintas akan menimbulkan gangguan fisik baik ringan, sedang, beratbahkan kematian, yang akan  berdampak pada  kesehatan, kejiwaan, serta berbagai masalah sosial ekonomi lainnya.  Sampai saat ini,  identifikasi, pertolongan & tatalaksana penderita kecelakaan lalu lintas di lapangan  terutama bagi fisrt responder masih belum dilaksanakan secara optimal.

Menindaklanjuti hal tersebut, pada Maret 2010 Majelis Umum PBB mendeklarasikan Decade of Action (DoA) for Road Safety 2011-2020 yang bertujuan untuk mengendalikan dan mengurangi tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas secara global dengan meningkatkan kegiatan yang dijalankan pada skala nasional, regional dan global. Dalam memanfaatkan momentum ini, Pemerintah Indonesia telah menyusun Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) yang difasilitasi oleh Bapenas dan pencanangannya dilakukan oleh Wakil Presiden RI. Dalam salah satu pilar RUNK yaitu Penanganan Korban Pasca Kecelakaan, Kementerian Kesehatan merupakan Leading Sector dalam membentuk suatu sistem layanan gawat darurat terpadu pra rumah sakit.

Secara global telah dilaksanakan “United Nations Global Road Safety Week“. Merujuk hal tersebut, setiap tahunnya Kementerian Kesehatan dalam upaya pengendalian faktor risikoKecelakaan Lalu Lintas melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam rangka dekade aksi keselamatan jalan.Pada tahun 2015, kegiatan ini, berfokus pada pengguna jalan usia muda yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pengaruh dan risiko Kecelakaan Lalu Lintas terhadap pengguna jalan usia muda serta mempromosikan aksi-aksi yang mendukung keamanan dan keselamatan di jalan seperti : penggunaan helm, sabuk keselamatan, larangan konsumsi alkohol, kecepatan selama berkendara dan jarak pandang dalam berkendara.

Dalam 10 tahun mendatang sejak tahun 2011-2020 merupakan wahana ”Decade of Action” yang bersifat mendunia dalam upaya menurunkan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas sebesar 50%.Untuk mendukung kegiatan Dekade Aksi Keselamatan di Jalan tersebut, maka perlu dilaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan berbagai unsur/elemen masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian terhadap keamanandankeselamatan di jalan.

Upaya Pemberdayaan Masyarakat  dalam rangka Dekade Aksi Keselamatan Jalan tahun 2015 merupakan wahana Sosialisasi dan edukasi dalam pengendalian kecelakaan lalu lintas sejak dini kepada generasi muda secara khusus dan masayarakat pada umumnya.

Tujuan Umum :

Terselenggaranya masyarakat yang peduli, cerdas, dan berwawasan terkait pengendalian kecelakaan lalu lintas guna mendukung target menurunkan angka kecelakaan sebesar 50% pada tahun 2020.

Tujuan Khusus :

  1.    Memperkuat komitmen dan jejaring Pemerintah Daerah dalam upaya pengendalian kecelakaan lalu lintas
  2.    Meningkatnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat dalam  pengendalian kecelakaan lalu lintas.
  3.    Terlaksananya deteksi dini FR penyakit Tidak menular dan pemeriksaan pengemudi melalui posbindu khusus.

Penerima Manfaat

  1.     Pemegang Program PPTM di Dinas Kab/Kota yang melakukan pengendalian PTM dan Cedera.
  2.     Lintas Sektor dan Lintas Program terkait kecelakaan lalu lintas.
  3.     Masyarakat pengguna jalan terutama anak – anak.

Strategi 

Metode Pelaksanaan

Kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam rangka Dekade Aksi Keselamatan Jalan dilaksanakan menggunakan metode swakelola dan pihak ketiga. Kegiatan ini melibatkan Lintas Program,Lintas Sektor dan swasta terkait pengendalian kecelakaan lalu lintas seperti Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes RI, Kementerian Perhubungan, Kepolisian, Jasa Raharja, PT. Adira Assurance, PT. Astra, dll.

Daerah yang melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah daerah yang memiliki sumberdaya untuk pelaksanaan kegiatan baik dari segi dukungan pembiayaan, SDM dan dukungan pimpinan daerah.

Tempat/lokasi pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam rangka Dekade Aksi Keselamatan Jalan yang rencananya di laksanakan di Kota Bogor  dengan peserta :

  1.        Siswa SD, SMP dan SMA
  2.        Guru pendamping
  3.        Perwakilan Pramuka
  4.        Perwakilan PKK
  5.        Perwakilan Rumah Sakit
  6.        Perwakilan Puskesmas
  7.        Perwakilan kelompok Linmas
  8.        Perwakilan PMI
  9.        Perwakilan Dinas Pendidikan
  10.        Masyarakat pengguna jalan raya

Narasumber :

  1.        Narasumber Pusat (Menteri Kesehatan, Dirjen P2PL, Direktur PPTM, Kasubdit Gakti, LS terkait)
  2.        Narasumber Daerah (Walikota)

 

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Pemeriksaan IVA Test di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara
    Oleh : Kalimantan Timur

    #GERMAS perduli kanker leher rahim dan kanker payudara, deteksi dini dengan pemeriksaan IVA Test/CBE di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara.

    Selengkapnya
  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya