SOSIALISASI PROGRAM PTM TINGKAT PUSKESMAS BAGI PETUGAS PUSKESMAS DAN LINTAS SEKTOR DI KABUPATEN KEDIRI

30 September 2015

ditampilkan : 1424 kali

Pembangunan bidang kesehatan di Indonesia saat ini dihadapkan pada beban ganda, di satu pihak penyakit menular masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, bahkan beberapa penyakit menular yang semula dapat dikendalikan telah muncul kembali. Di lain pihak telah terjadi peningkatan kasus penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit kanker, penyakit diabetes mellitus dan penyakit degeneratif serta gangguan akibat kecelakaan dan cidera. Kecenderungan ini dipacu oleh berubahnya gaya hidup masyarakat, modernisasi , urbanisasi penduduk antar kawasan atau negara yang tidak  mengenal batas sehingga terjadi globalisasi hampir di semua aspek kehidupan baik sosial  budaya, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan tingginya prevalensi PTM di Indonesia, seperti hipertensi (31,7%), penyakit jantung (7,2%), stroke (8,3%), diabetes mellitus (1,1%), asma (3,5%), penyakit sendi (30,3%), kanker / tumor (4,3%) dan cedera lalu lintas darat (25,9%).

Penyakit tidak menular (penyakit jantung, diabetes mellitus, kanker dan penyakit paru obstruktif kronis) merupakan titik akhir dari perjalanan faktor risiko yang tidak terkendali yaitu faktor risiko perilaku (merokok, diet tidak seimbang, alkohol dan kurang aktifitas fisik) yang akan menjadi faktor risiko perantara (hipertensi, hiperglikemia, obesitas dan hiperlipidemia) yang nantinya akan menuju pada titik akhir. Pengendalian PTM lebih dititik beratkan pada promotif dan preventif untuk mencegah faktor risiko, sehingga tidak akan berdampak pada sosial ekonomi. .

Untuk melakukan pengendalian PTM dan factor risikonya perlu dilakukan sosialisasi program PPTM kepada puskesmas dan lintas sector terkait agar mendukung program ini dan bersama-sama mengupayakan pengendaliannya. di wilayah kerja masing-masing.

Komentar :


rahmad harihadi
30 September 2015

event yg benar benar bermanfaat....seperti yg kita ketahui bersama dalam pemeliharaan kesehatan dan langkah pencegahan penyakit sekarang bukanlah hanya tugas tenaga kesehatan,namun semua unsur masyarakat pada umumnya dan individu pada kususnya.menurut saya event macam ini harus sering dan ditingkatkan prekwensinya,semoga bermamfaat.....bersama kita wujudkan indonesia sehat 2025

Siti Rosyidah
30 September 2015

Semangat... Jangan nunggu sakit, periksakan diri anda secara rutin di pos terdekat. Kabupaten Kediri is the Best.

anik purnaningsih
05 Oktober 2015

Semoga kegiatan ini bisa diaplikasikan dgn baik oleh semua pihak terkait agar program PPTM dapat berjalan dengan optimal...Kediri oke

Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus di Terminal Utama Pekkae, Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada pengemudi/pengendara kendaraan roda empat menjelang hari raya Idul Adha di Terminal Utama Pekkae Kab. Barru

    Selengkapnya