Laporan Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi tahun 2015

07 September 2015

ditampilkan : 3065 kali

LAPORAN

PEMERIKSAAN KESEHATAN PENGEMUDI BUS 

PADA SAAT SITUASI ARUS MUDIK LEBARAN TAHUN 2015/1436H

 

Pendahuluan

Situasi mudik lebaran, merupakan budaya khas Indonesia dan tidak ada di negara lain yang melakukannnya. Dalam mengantisipasi kecelakaan lalu lintas Subdit Pengendalian Gakti melakukan upaya program pencegahan KLL pada situasi khusus, yaitu saat Mudik Lebaran.

Seperti diketahui bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian di jalan raya dengan berbagai sebab. Kejadian kecelakaan lalu lintas cenderung meningkat dalam jumlah maupun jenisnya, dengan perkiraan angka kematian dari 5,1 juta pada tahun 1990 menjadi  8,4 juta pada tahun 2020 atau meningkat sebanyak 65% antara tahun 2000 dan 2020. Berdasarkan data kepolisian pada operasi ketupat tahun 2015, selama H-7 sampai dengan H+7 Lebaran, terjadi 2.986 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 639 orang dan korban luka berat sebanyak 1.039 orang dan luka ringan sebanyak 3.839 orang.

Salah satu upaya preventif terhadap pengendalian faktor risiko Kecelakaan lalu lintas (KLL) adalah menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus pada saat situasi arus mudik dan balik Lebaran tahun 2015. Pada situasi ini, rentan terjadi kecelakaan karena peningkatan arus dan volume kendaraan. Kegiatan ini melibatkan lintas sektor terkait seperti Kepolisian, BNN, Kementerian Perhubungan dan Jasa Raharja. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, meliputi: pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kadar amfetamin dan kadar alkohol. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada pengemudi utama dan pengemudi pengganti menjelang keberangkatan di terminal.

Untuk mendukung kegiatan pengendalian kecelakaan lalu lintas, Direktorat PPTM mendistribusikan sejumlah alat kesehatan ke lokasi pemeriksaan kesehatan pengemudi dan daerah rawan kecelakaan. Adapun jenis alat kesehatan yang didistribusikan sebagai berikut:

  1. Alkes skreening faktor risiko kecelakaan        
  2. Trauma kit
  3. Spanduk dan media KIE lainnya (stiker, leaflet, dan banner)

Tujuan

Tujuan Umum              : Terlaksananya kesiapsiagaan mudik lebaran tahun 2015.

Tujuan Khusus             :

  1. Terlaksananya kesiapsiagaan mudik lebaran tahun 2015
  2. Terlaksanannya pemeriksaan faktor risiko kesehatan pengemudi di terminal
  3. Menurunnya angka kecelakaan pada saat situasi khusus (arus mudik dan balik lebaran tahun 2015).

Ruang Lingkup Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan di Terminal yang ada di Kab/Kota seluruh Indonesia

Metode Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui berbagai tahapan. Pelaksana pemeriksaan kesehatan adalah Dinas Kesehatan Propinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas wilayah setempat, serta UPT Ditjen PP & PL seperti BBTKL-PP dan KKP yang difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Ditjen PP dan PL.

Tahapan Kegiatan:

  1. Rapat Koordinasi antar Lintas Program dan Lintas Sektor
  2. Pembekalan untuk petugas PO
  3. Pelaksanaan Kesiapsiagaan Mudik : Penyebaran Media KIE (Leaflet, spanduk, Buku, dll), Pemeriksaan kesehatan faktor risiko pengemudi di terminal.
  4. Analisa hasil
  5. Penyusunan Laporan

 

Pelaksanaan Kegiatan

Pemeriksaan kesehatan pada pengemudi dilakukan di sejumlah titik pemberangkatan bus  di sepanjang jalur mudik utama di 63 Kab/Kota di19 Propinsi, yaitu :

  1. Sumatera Utara (Terminal Amplas Medan, Terminal Simpang Katarina Kisaran Asahan Medan dan Simpang Dua Kota Pematang Siantar, Pos Polisi Kisaran)
  2. Sumatera Barat (Terminal Jati Kota Pariaman, Terminal Kota Solok, Terminal Sago Pesisir Selatan dan Terminal Busur Kota Padang Pandang)
  3. Bengkulu (Terminal Sungai Itam Kota Bengkulu, Terminal Muko-muko kab. Muko-Muko, Terminal Kepahiang Kab. Kepahiang, Kab. Rejang Lebong, Begkulu Utara, Bengkulu Tengah, Begkulu Selatan dan Kab. Seluma)
  4. Sumatera Selatan (Terminal Alang Lebar Kota Palembang)
  5. Lampung (Terminal Rajabasa)
  6. DKI Jakarta
  7. Banten (Pelabuhan Merak dan Poris Plawad Kota Tangerang)
  8. Jawa Barat (Kab. Garut, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kota Sukabumi)
  9. Jawa Tengah (Tegal, Klaten, Terminal Tirtonadi Solo, Terminal Bawen Kab. Semarang, Terminal Terboyo Kota Semarang, Banyumas, Purworedjo, Wonogiri, Kudus dan Sragen)
  10. DI Yogyakarta (Terminal Giwangan)
  11. Jawa Timur (Tuban, Terminal Bungurasih Sidoarjo, Terminal Osowilangun Surabaya, Jombang, Malang dan Banyuwangi)
  12. Bali (Terminal Ubung)
  13. Sulawesi Selatan (Kab, Sinjai, Kab. Enrekang, Kab. Takalar, Kab. Wajo, Kab. Sidrap, Kab. Luwu, Kab. Luwu Timur)
  14. Sulawesi Tengah (Terminal Tipo dan Mamboro Kota Palu)
  15. Kalimantan Barat (Terminal antar negara Sei Ambawang Pontianak)
  16. Kalimantan Selatan (Terminal Pal 6 Kota Banjarmasin)
  17. Kalimantan Timur (Terminal Sei Kunjang dan Terminal Lempake Kota Samarinda serta Terminal Batu ampar Kota Balikpapan)
  18. Kalimantan Tengah (Terminal W.A Kota Palangkaraya)
  19. Maluku Utara (Terminal Sofifi Kota Tidore)

 

Hasil Kegiatan

Jumlah pengemudi yang diperiksa seluruhnya sebanyak 5.845 orang pengemudi dengan hasil sebagai berikut:

Hipertensi

Persentase pengemudi yang mengalami Hipertensi pada tahun 2015 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2014. Pengemudi yang mengalami Hipertensi pada tahun 2014 sebesar 30%, sedangkan pada tahun 2015  sebesar 34%.

Positif Alkohol pada Pernapasan

Persentase pengemudi yang terdeteksi positif alkohol pernafasan pada arus mudik lebaran tahun 2014 lebih rendah dibandingkan pada arus mudik lebaran tahun 2014. Pada arus mudik lebaran tahun 2014 persentase pengemudi yang positif alkohol pernapasan sebesar2%,sedangkan pada tahun 2015 persentase pengemudi yang positif alkohol pernapasan sebesar 0,6%. Pengemudi yang positif alkohol pernapasan ditemukan di Terminal Amplas Medan, Terminal Simpang Dua Kota Pematang Siantar, Terminal Pinang Baris Medan, Simpang 2 Katarina Kab. Asahan, Terminal Rajabasa Bandar Lampung, Terminal Rawa Buaya Jakarta Barat, Terminal Tirtonadi Solo, Terminal Ubung Bali, Terminal Giwangan, dan Terminal Tipo Kota Palu.

Kadar Gula Darah diatas Normal

Persentase pengemudi yang yang memiliki kadar gula darah sewaktu (GDS) tinggi pada pemeriksaan kesehatan arus mudik lebaran tahun 2015 lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2014. Pada pemeriksaan arus mudik lebaran tahun 2015, pengemudi yang mengalami memiliki kadar GDS tinggi sebesar 14,7% dan pada tahun 2014 sebesar 8,8%.

Amphetamin dalam Urin

Persentase pengemudi yang terdeteksi kadar amphetamine pada urine positif pada arus mudik lebaran tahun 2015 lebih rendah dibandingkan tahun 2014. Pada arus mudik lebaran tahun 2015, persentase pengemudi yang terdeteksi amphetamine pada urine positif sebesar 0,3%, sedangkan pada arus mudik lebaran tahun 2014 sebesar 1,1%. Pengemudi yang terdeteksi kadar amphetamine pada urine positif pada arus mudik lebaran tahun 2015 terdapat di Kab. Wajo, Kab. Sidenreng Rappang, Terminal Pinang Baris Medan, Simpang 2 Pematang Siantar, Terminal Batu Ampar, Terminal Sei Kujang, dan Terminal Amplas Medan.

Rekomendasi: Dari hasil pemeriksaan kesehatan pada 5.845 orang pengemudi yang dilakukan dihasilkan rekomendasi, yaitu : Pengemudi yang layak jalan sebanyak 4.409 orang (75,4%), Pengemudi yang layak dengan catatan sebanyak 1.217 orang (20,8%) dan pengemudi yang tidak layak jalan sebanyak 219 orang (3,8%).

Dari hasil pengukuran diketahui bahwa pada arus mudik lebaran tahun 2015 rekomendasi tidak layak jalan pada arus mudik lebarn tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2014. Pada arus mudik lebaran tahun 2014, rekomendasi tidak layak jalan bagi pengemudi sebesar 4,3% dan rekomendasi tidak layak jalan pada tahun 2015 sebesar 3,8%.

 

Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Kesehatan bagi Pengemudi Bus disarankan:

  1. Melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada pengemudi yang positif alkohol dan atau positif amfetamin terkait dengan kesehatan dan keselamatan dijalan, agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas
  2. Pengemudi yang ditemukan memiliki faktor risiko KLL agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke fasilitas kesehatan untuk menghindari terjadinya kecelakaan saat mengemudi.
  3. Melakukan Pembinaan dan pelatihankepada Perusahaan Otobus (PO) untuk secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para pengemudi, yang akan di fasilitasi oleh Dinas Kesehatan setempat dalam bentuk Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) di masing-masing PO.
  4. Melakukan pemeriksaan pengemudi di rest area, tidak hanya kepada pengemudi BUS AKAP/AKDP tetapi juga pengemudi kendaraan pribadi dan kendaraan bermotor.

 

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Kegiatan Scrining PTM Kusus Dalam Rangka Peringatan HKN Ke 53 Di kab. Aceh Tamiang Tanggal 10 Nopember 2017
    Oleh : Aceh

    Kegiatan meliputi pemeriksaan terhadap SKPK Dilingkungan perkantoran Kab Aceh Tamiang

    Selengkapnya
  • PINK OKTOBER BUTTA TOA KABUPATEN BANTAENG
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Kanker servik ( metode IVA ) dan Payudara Kab. Sanggau
    Oleh : Kalimantan Barat

    Pemeriksaan kanker servik dan payudara dilaksanakan selama bulan oktober di seluruh puskesmas di kabupaten sanggau diikuti oleh 232 orang peserta

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan IVA dalam Rangka GERMAS di Kabupaten Asahan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kab. Asahan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan IVA dalam Rangka GERMAS di Kabupaten Asahan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kab. Asahan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut

    Selengkapnya
  • Peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2017
    Oleh : Jawa Barat

    Seminar dan Talkshow dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2017 di Gedung Bhakti Pos Indonesia Bandung

    Selengkapnya