Kanker Leher Rahim

16 September 2014

ditampilkan : 2074 kali

 

iva

 

Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan yang serius bagi perempuan yang tinggal di negara-negara sedang berkembang. Penyakit ini adalah penyebab utama kematian kanker pada perempuan berusia antara 30 sampai 50 tahun. Perempuan yang menderita kanker leher rahim seringkali memiliki gejala seperti menstruasi atau nyeri perut bagian bawah. Bila gejala tersebut muncul, kanker biasanya sudah tahap lanjut dan pengobatan sudah terlambat. Tetapi kanker leher rahim dapat dicegah dengan mudah melalui tes sederhana seperti IVA untuk mendeteksi sel-sel tak normal pada leher rahim. Dengan memeriksa leher rahim sebelum muncul gejala, abnormalitas dapat ditemukan dan pengobatan yang efektif dapat diberikan sehingga kanker dapat dicegah.

Sasaran utama kanker serviks  adalah wanita yang berada pada masa produktif, yaitu pada kisaran usia 30 sampai dengan 50 tahun. Parahnya lagi, berdasarkan penelitian terbukti hanya 2 persen wanita yang memahami penyebab terjadinya kanker serviks ini. "Jadi pengetahuan wanita seputar kanker ini masih sangat minim. Apalagi, dari hampir semua kasus, infeksi kanker serviks berlangsung tanpa gejala, sehingga kebanyakan wanita tidak menyadari dirinya sedang terinfeksi kanker serviks" terang dr. Grace Tanamal pada Pelatihan IVA hari kelima.

Pada pelatihan IVA hari kelima yang dilaksanakan hari Jumat tanggal 9 Mei 2014, peserta akan diuji keterampilan dan kemampuannya dalam melaksanakan deteksi dini kanker. Fasilitator pelatihan juga akan menilai peserta saat memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada ibu yang akan mengikuti tes IVA-CBE.

Setiap ibu yang melakukan tes IVA dan CBE untuk mengetahui lesi pra-kanker atau pengobatan untuk temuan abnormal mempunyai hak untuk mendapat informasi mengenai kondisi dirinya. Informasi harus diberikan kepada klien (dan keluarganya, bila perlu) dengan cara yangmenunjukkan dukungan, menjaga kerahasiaan, dan tidak menghakimi, dan harus mencakup: Hasil tes, rentang waktu untuk pengobatan, bila ada; Tindakan yang akan digunakan, serta risiko dan manfaat; Kesediaan klien untuk menjalani pengobatan; dan Apakah perlu merujuk ke fasilitas lain.

Setiap ibu mempunyai hak untuk membahas kekhawatiran dan kondisi dirinya sehingga membuat dirinya merasa yakin. Klien harus yakin bahwa pembicaraannya dengan petugas konseling atau tenaga kesehatan bersifat pribadi dan rahasia. Sebelumnya perempuan/klien harus mengetahui jenis/macam-macampemeriksaan (misalnya pemeriksaan dalam) ataupun tindakanyang akan dilakukan.

Salah satu peserta pelatihan, dr. Nadiah mengatakan ''Edukasi terus kami lakukan kepada kader PKK dan jangan takut untuk memeriksakan diri karena kanker leher rahim sangat ganas. Lebih baik terdeteksi di awal dan segera diobati daripada sudah terlambat nantinya,''

Pemeriksaan IVA selain jauh lebih murah, metode ini juga sangat cepat dan akurat, karena hanya cukup waktu 1 menit untuk mengetahui hasil. Bahkan metode ini bisa mendeteksi tahap pra kanker. “Bahkan dengan IVA ini bisa terdeteksi 10 tahun sebelum kanker, sehingga tahap pengobatan bisa kita lakukan secara dini, jadi jangan sampai TERLAMBAT”.

Komentar :


Mohd.Ridwan.Y, Am.Kep
18 September 2014

Perlunya deteksi dini kanker leher rahim.....agar wanita-wanita cantik Indonesia tetap bugar dan sehat......

dyah astuti
24 September 2014

Dengan deteksi dini kanker leher rahim diharapkan angka kasusnya bisa ditekan

sumani
02 Oktober 2014

saya senang apabila para bidan bisa melakukan edukasi lebih dini pada ibu ibu untuk dilakukan iva .

Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Pemeriksaan IVA Test di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara
    Oleh : Kalimantan Timur

    #GERMAS perduli kanker leher rahim dan kanker payudara, deteksi dini dengan pemeriksaan IVA Test/CBE di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara.

    Selengkapnya
  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya