PROGRAM PENGENDALIAN DM

16 Desember 2013

ditampilkan : 2718 kali

PROGRAM PENGENDALIAN DIABETES DI INDONESIA

Diabetes merupakan masalah penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian nomor 3 di Indonesia setelah stroke dan hipertensi. Program pengendalian faktor risiko diabetes, deteksi dini dan upaya terapi yang komprehensif menjadi strategi yang harus dilakukan.

Program pengendalian DM melalui upaya deteksi dini DM dengan peningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam Posbindu PTM. Pelatihan kader kesehatan untuk melakukan deteksi dini faktor risiko diabetes dan memberikan pengetahuan sederhana agar mampu memberikan konseling sederhana gaya hidup sehat. Mengkampanyekan slogan CERDIK di masyarakat. Meningkatkan gaya hidup sehat dengan diet yang sehat rendah gula garam dan lemak serta perbanyak makan sayur dan buah, rutin melakukan aktifitas fisik, menjaga berat badan ideal, menghindari alkohol dan stop merokok, serta kendalikan stres.

Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan untuk tatalaksana diabetes baik di pelayanan primer maupun sekunder dan tersier. Program pelatihan  untuk dokter umum dalam inisiasi penggunaan insulin di pelayanan dasar. Sehingga dapat meningkatkan cakupan pelayanan tatalaksana pada diabetisi. Program sosialisasi komplikasi diabetes, tahun ini prioritas adalah komplikasi retinopati diabetik, juga melibatkan program lain seperti diabetes dengan TB dan kusta.

Program peningkatan jejaring dengan lintas sektor dan program juga profesi dan swasta dalam pengendalian diabetes di indonesia. Pengendalian diabetes yang komprehensif tidak dapat hanya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan saja namun perlu dukungan dari berbagai pihak. Kewaspadaan terhadap peningkatan diabetisi perlu dilakukan oleh semua pihak. Pengendalian komplikasi diabetes, peningkatan sarana dan prasarana untuk mengendalikan faktor risiko diabetes, pendekatan tatalaksana yang komprehensif, dan banyak program lainnya yang memerlukan keterlibatan berbagai unsur baik pemerintah, profesi, swasta dan masyarakat itu sendiri. Program pengendalian obesitas, dengan kegiatan workshop bekerja sama dengan WHO, guna meningkatkan keterlibatan jejaring untuk bersama-sama dalam pengendalian obesitas.

Guna memenuhi kebutuhan akan peningkatan pengetahuan maupun kewaspadaan diperlukan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengendaliakan diabetes, maka Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak menular telah menyusun beberapa buku.Penyusunan buku-buku pedoman umum, pedoman teknis, buku saku obesitas, baner, leaflet tentang obesitas untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan baik tenaga medis maupun masyarakat dalam pengendalian diabetes. Terbitnya regulasi mengenai pencantuman kandungan garam, gula dan lemak untuk meningkatkan kepedulian dan pembelajaran pada masyarakat agar lebih cermat mengkonsumsi makanan yang lebih sehat, juga diikuti oleh pesan kesehatannya.

Peningkatan mutu pelayanan diabetes melalui pelaksanaan JKN, dengan menyediakan obat dan kualitas serta kompetensi tenaga medis, bahwa diabetesi akan dijamin mulai dari upaya promotif preventif kuratif dan rehabilitaf. Terpenuhinya ketersediaan obat anti diabetik baik oral maupun parenteral di pelayanan primer.

 

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Pemeriksaan IVA Test di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara
    Oleh : Kalimantan Timur

    #GERMAS perduli kanker leher rahim dan kanker payudara, deteksi dini dengan pemeriksaan IVA Test/CBE di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara.

    Selengkapnya
  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya