PENGEDALIAN OBESITAS

16 Desember 2013

ditampilkan : 3058 kali

APA YANG DIMAKSUD DENGAN OBESITAS ?

Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penimbunan lemak yang berlebihan pada tubuh yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan

 ( WHO, 2013)

 

APA TANDA-TANDA OBESITAS ?

 

Terdapat timbunan lemak yang berlebihan pada bagian:

§   atas dada , pundak, leher , muka, lengan ( tipe apel)

§   bawah perut, pinggul, paha ( tipe pir)

§   perut atas , pinggang dan perut bawah ( obesitas sentral)

 

APA PENYEBAB OBESITAS

1.    Pola Makan

 

a.    Makan berlebihan (porsi) besar

b.    Sering makan dan tidak teratur

c.    Sering mengemil (kudapan)

d.    Makan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat (terburu-buru)

e.    Menghindari makan pagi sehingga menambah porsi makan siang dan atau malam

f.     Banyak mengkonsumsi makanan gorengan , berlemak  dan manis-manis

g.    mengkonsumsi  makanan siap saji dan  olahan

h.     kurang makan sayur dan buah

 

2.    Pola Aktifitas

 

a.    Sering nonton TV, bermain komputer, game, tanpa melakukan aktivitas lebih dari 2  jam perhari,

b.    kurang latihan fisik,

c.    Aktivitas fisik yang dilakukan secara terus menerus  kurang dari 30 menit per hari

d.    Kurang gerak ( mis: lebih senang menggunkan kendaraan bermotor daripada jalan kaki, menggunakan lift daripada tangga, dsb)

 

3.    Faktor Lain

Faktor lain yang berpengaruh terhadap obesitas anatara lain : genetik, ketidak seimbangan hormonal, terapi obat tertentu seperti: kortikosteroid, kontrasepsi oral  , gangguan psikologis ( stres)  ,  kondisi medis lain.

 

 

BAGAIMANA CARA MENENTUKAN OBESITAS ?

1.    Mengukur B dan TB

Mengukur  Berat Badan dan Tinggi Badan untuk mendapatkan nilai IMT ( Indeks Massa Tubuh)  yang nantinya digunakan dalam menentukan klasifikasi atau derajat obesitas.  

Rumus penentuan IMT adalah:

                        Berat Badan ( Kg)

IMT  =       ----------------------------------

                       Tinggi Badan (m²)

Penggukuran IMT  tidak dapat dilakukan terhadap Ibu hamil,  atlit ,  penimbunan cairan yang tidak normal ( kaki, perut)

2.    Mengukur Lingkar Pinggang dan Lingkar Pinggul

3.    Menentukan Obesitas

a.    Setelah mengukur IMT maka kita dapat menentukan klasifikasi obesitas      seseorang, seperti tabel berikut:

Tabel 1

Klasifikasi Obesitas

 

KATEGORI

IMT (kg / m²)

Pra Obesitas

23 – 24,9

Obesitas I

25,0  - 29,9

Obesitas II

≥ 30

 

                        Sumber: WHO Asia Pasific ( 2000)

 

b.    Rasio LPP pada laki-laki normalnya adalah < 1 dan pada wanita normalnya  , < 0,8

 

APAKAH BAHAYA  OBESITAS

1. Bahaya bagi kesehatan

a.    Obesitas berisiko 2 kali lipat mengakibatkan terjadinya jantung koroner (serangan jantung) , Stroke , Diabetes ( kencing manis) , Hipertensi ( tekanan darah tinggi) 

b.    Obesitas berisiko tinggi untuk mengakibatkan penyakit kanker ( laki-laki berisiko tinggi untuk menderita Kanker Usus Besar, dan kelenjar prostat, wanita berisiko tinggi untuk menderita kanker payudara dan rahim

c.    Obesitas berisiko 3 kali lipat terkena batu empedu

d.    Obesitas berisiko meningkatkan lemak dalam darah dan  asam urat 

e.    Obesitas berisiko mengakibatkan terjadinya sumbatan  nafas ketika sedang tidur

f.     Obesitas dapat mengakibatkan menurunnya tingkat kesuburan reproduksi

 

 

2. Dampak Sosial

 

1.    Obesitas mengakibatkan gerakan menjadi lamban sehingga dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja

2.    mengurangi rasa percaya diri

3.    Obesitas mengakibatkan penampilan kurang menarik

4.    Menarik diri dari pergaulan

 

BAGAIMANA CARA PRAKTIS MENGATASI OBESITAS

1.    Pencegahan ( Tips mengatasi obesitas)

 

a.    Pola makan

§  Mengkonsumsi makanan beraneka ragam , idelanya: setiap kali makan terdiri dari 4 kelompok hidangan ( makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah)

§  Mengutamakan konsumsi makanan sumber karbohidrat komplek, seperti ( kelompok padipadian dan umbi-umbian, yaitu 3 sampai 8 porsi perhari tergantung kepada kebutuhan .

§  Mengkonsumsi makanan sumber protein hewani dan nabati masing-masing 2 sampai 3 porsi perhari , seperti ikan, tahu, tempe dan lainnya

§  Mengkonsumsi sayur 3 sampai 5 porsi perhari  dan buah 2 sampai 3 porsi perhari

§  Membatasi konsumsi lemak dan minyak dan gula, alkohol

§  Membiasakan pola makan teratur terdiri dari : 3 kali makan utama ( pagi, siang, malam)  dan satu sampai 2 kali makan selingan.

§  Porsi makan malam lebih sedikit dibandingkan makan pagi dan siang

 

 

b.    Pola aktivitas

§  Meningkatkan aktivitas fisik minimal 1 jam perhari

§  Membatasi aktivitas seperti: menonton TV, komputer dan Game

§  Membatasi tidur yang berlebihan

§  Melakukan latihan fisik minimal 2- 3 kali seminggu dengan waktu 30  sd 50 menit per kali latihan

§  Latihan fisik dianjurkan bersifat aerobik seperti: jalan cepat, lari, senam aerobik, treatmil

 

 

 

2.    Tata Laksana

 

a.    Pola makan

Prinsip dasar penatalaksanaan obesitas yang dianjurkan badan dunia adalah diet rendah energy seimbang dengan pengurangan energy 500-1000 kkal dari kebutuhan sehari dengan cara:

§ Mengurangi konsumsi bahan makanan sumber karbohindrat kompleks seperti,nasi, roti, jagung, kentang, dan sereal.

§ Menghindari konsumsi bahan makanan sumber karbohidrat sederhana seperti gula pasir, gula merah, sirup, kue yang manis dan gurih, madu, selai, dodol, coklat, permen, minuman ringan.

§ Mengurangi konsumsi bahan makanan sumber lemak dengan tidak mengolah makanan dengan cara digoreng dan menggunakan santan kental serta mentega dan margarin.

§ Mengutamakan konsumsi bahan makanan sumber protein rendah lemak,seperti ikan, putih telur, ayam tanpa kulit, susu dan keju rendah lemak, tempe,  tahu, dan kacang-kacangan yang diolah

§ Meningkatkan konsumsi bahan makanan sumber serat , yait: sayur yang diolah dengan cara direbus, dikukus, dan ditumis dengan sedikit minyak, serta buah yang dikonsumsi dalam keadaan utuh tanpa ditambah gula, susu kental manis , susu full cream dan santan

§ Menghindari buah-buahan yang mengandung energi tinggi yaitu: durian, alpukat, nangka, sawo, mangga, cempedak, pisang, serikaya

§ Mengkonsumsi buah sebagai makanan selingan

§ Meningkatkan konsumsi cairan ( dari air putih dan kuah sayur) minimal  sepuluh gelas sehari

§ Porsi makan kecil

 

b.    Pola aktivitas

 

§  Meningkatkan aktivitas fisik paling sedikit  1 jam perhari secara terus menerus

§  Latihan fisik kombinasi aerobik (naik sepeda, joging, renang, golf ) dan anaerobik ( senam pernafasan, karate,  lompat tinggi, angkat berat ) dengan frekwensi 3 sampai 5 kali seminggu dan durasi  40 sampai 60 menit setiap kali latihan serta intensitas sesuai dengan denyut nadi maksimal berdasarkan umur dan kemampuan ( intensitas dinaikkan secara bertahap)  , seperti tabel berikut.

 

       Tabel

        Target Denyut Nadi Saat Latihan

Umur

Jumlah Denyut Nadi

 ( Kali/Menit)

20 - 24

144 – 174

25 - 29

140 - 169

30 - 34

136 - 165

35 - 39

133 - 161

40 - 44

130 - 157

45 - 49

126 - 152

50 - 54

122 - 148

55 - 59

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Pemeriksaan IVA Test di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara
    Oleh : Kalimantan Timur

    #GERMAS perduli kanker leher rahim dan kanker payudara, deteksi dini dengan pemeriksaan IVA Test/CBE di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara.

    Selengkapnya
  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya