Menkes: Presiden Dukung Ratifikasi FCTC

15 Desember 2013

ditampilkan : 2489 kali

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mentargetkan ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control bisa dilakukan sebelum masa kerja kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berakhir pada Oktober 2014 depan. Menkes optimistis akan bisa menerapkan aturan tersebut di Indonesia.

Menkes juga menegaskan bahwa Presiden SBY mendukung rencana ratifikasi tersebut, dan membantah Presiden SBY punya kepentingan yang dekat dengan industri rokok. 

  "Fitnah kalau disebut Presiden dekat dengan industri rokok. Presiden sudah dukung (ratifikasi) kok," kata Menkes di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat, 16 Agustus 2013. Ratifikasi ini, kata Menkes, adalah bukti komitmen Indonesia yang juga ikut menyusun FCTC bersama 192 negara anggota WHO.


Tak hanya itu,
Menkes mengatakan, pelaku industri rokok kini bahkan sudah mendukung PP 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Namun, mereka masih menentang ratifikasi FCTC. Penentangan tersebut, kata Menkes, karena para pelaku industri takut dilarang untuk memproduksi rokok. "Padahal di dalam FCTC tidak tertera pelarangan produksi rokok,"

Isi dari FCTC, adalah pemerintah harus melindungi rakyat dari bahaya rokok dengan mengatur beberapa hal. Antara lain, pembatasan iklan rokok, melarang generasi muda merokok, dan melindungi para perokok pasif dari bahaya asap rokok. Sebab itulah, Menkes mengatakan, pelaku industru rokok tidak perlu takut.

(dikutip dari Tempo.Co)

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus di Terminal Utama Pekkae, Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada pengemudi/pengendara kendaraan roda empat menjelang hari raya Idul Adha di Terminal Utama Pekkae Kab. Barru

    Selengkapnya