Informasi Umum Penyakit Ginjal Kronis

10 Desember 2013

ditampilkan : 2691 kali

Penyakit ginjal dikenal sebagai 'silent disease ' karena sering tak ada tanda-tanda peringatan. Jika tak terdeteksi, hal itu hanya akan memperburuk kondisinya dari waktu ke waktu. Bentuk yang lebih kronis penyakit ginjal ialah hilangnya secara progresif fungsi ginjal dalam tubuh selama periode bulan atau tahun. Seringkali, penyakit ini hanya didiagnosis dari hasil dari skrining untuk diketahui berada di tingkat mana risiko tinggi penyakit ginjalnya.

Definisi:

1.       Penurunan perlahan dari fungsi ginjal

2.       Menyebabkan penimbunan limbah metabolik di dalam darah

3.       Kondisi ini tidak bisa kembali normal

 Akibatnya, ginjal tidak mampu:

1.       Menyaring dan membuang elektrolit tubuh

2.       Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh

3.       Memproduksi urin

 Penyebab:

1.       Hipertensi

2.       Diabetes

3.       Infeksi saluran kemih

4.       Sumbatan pada saluran kemih:

a.       Batu

b.      Tumor

c.       Penyempitan (striktur)

5.       Tidak diketahui


 Faktor risiko

1.    Dapat dimodifikasi:

a.       Tekanan darah

b.      Gula darah

c.       Protein urin

d.      Konsumsi obat anti nyeri dan antibiotika

e.      Penyalahgunaan zat-zat tertentu dan alkohol

f.        Radang dan infeksi ginjal

g.       Batu saluran kemih

2.    Tidak dapat dimodifikasi:

a.       Faktor keturunan

b.      Kelahiran prematur

c.       Usia

d.      Trauma atau kecelakaan

e.      Jenis penyakit tertentu (kanker, hepatitis, gagal jantung kongenital, dll)

 

 Gejala klinis

1.       Mual

2.       Muntah

3.       Pucat

4.       Sesak napas

5.       Kulit kering

6.       Gatal-gatal

7.       Bengkak (kelopak mata, tangan dan kaki)

8.       Perdarahan abnormal

9.       Kelainan elektrolit


 Pemeriksaan penunjang

1.       Protein urin

2.       Kadar gula darah

3.       Kadar ureum darah

4.       Kadar kreatinin darah

5.       USG ginjal

 

Penatalaksanaan

1.       Pengaturan diet:

a.       Cukup kalori (35 kal/kg/hari)

b.      Kurangi protein (0,6-0,75 gr/kg/hari)

c.       Lebih banyak protein hewani

d.      Kurangi asupan garam

e.      Sesuaikan jumlah air minum

2.       Pemberian cairan elektrolit

3.       Pengobatan penyakit dasar/penyerta:

a.       Diabetes

b.      Hipertensi

c.       Infeksi ginjal

d.      Batu saluran kemih

4.       Cuci darah

5.       Cangkok ginjal

 

Pencegahan

1.       Pemeriksaan kesehatan berkala

2.       Pemeriksaan laboratorium berkala:

a.       Urin lengkap

b.      Ureum darah

c.       Kreatinin darah

d.      Gula darah

e.      Kolesterol darah

3.       Stop merokok dan alkohol

4.       Hindari obat-obat yang bisa meracuni ginjal:

a.       Analgetik

b.      Aminoglikosida

c.       Anti Inflamasi Non Steroid

d.      Steroid

e.      Zat kontras radiografi


Program Pengendalian

1.       Penyuluhan (KIE)

2.       Kemitraan

3.       Perlindungan khusus

4.       Penemuan kasus (deteksi dini)

5.       Surveilans epidemiologi

6.       Peningkatan peran serta masyarakat

7.       Pemantauan dan Penilaian

 

Deteksi dini

1.       Kontrol tekanan darah

2.       Kontrol gula darah

3.       Kontrol kolesterol darah

4.       Kontrol kreatinin darah

5.       Kontrol protein urin

 

Kemitraan

1.       Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI)

2.       Yayasan Ginjal Indonesia (YAGINA)

3.       Yayasan Peduli Ginjal (YADUGI)

4.       Yayasan Ginjal Diantrans Indonesia (YGDI)

5.       Yayasan Paradiatrans Melati Indonesia (YAPADMI)

(iis, Jr)

Komentar :


nikita
09 Desember 2013

tes

GUNAWAN CAHYO UTOMO
24 Juni 2015

ok sip

Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Pemeriksaan IVA Test di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara
    Oleh : Kalimantan Timur

    #GERMAS perduli kanker leher rahim dan kanker payudara, deteksi dini dengan pemeriksaan IVA Test/CBE di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara.

    Selengkapnya
  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya