POSBINDU PTM

06 Desember 2013

ditampilkan : 9183 kali

Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat, baik secara global, regional, nasional dan lokal. Salah satu PTM yang menyita banyak perhatian adalah Diabetes Melitus (DM). Di Indonesia DM merupakan ancaman serius bagi pembangunan kesehatan karena dapat menimbulkan kebutaan, gagal ginjal, kaki diabetes (gangrene) sehingga harus diamputasi, penyakit jantung dan stroke.

Global status report on NCD World Health Organization (WHO) tahun 2010 melaporkan bahwa 60% penyebab kematian semua umur di duniaadalah karena PTM. DM menduduki peringkat ke-6 sebagai penyebab kematian. Sekitar 1,3 juta orang meninggal akibat diabetes dan 4 persenmeninggal sebelum usia 70 tahun. Pada Tahun 2030 diperkirakan DM menempati urutan ke-7 penyebab kematian dunia. Sedangkan untuk di Indonesia diperkirakan pada tahun 2030 akan memiliki penyandang DM (diabetisi) sebanyak 21,3 juta jiwa.

International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa lebih dari 371 juta orang di dunia yang berumur 20-79 tahun memiliki diabetes. Sedangkan Indonesia merupakan negara urutan ke-7 dengan prevalensi diabetes tertinggi, di bawah China, India, USA, Brazil, Rusia dan Mexico.

Mengingat besarnya masalah diabetes melitus tersebut, Kementerian Kesehatan RI memprioritaskan pengendalian DM diantara gangguan penyakit metabolik lainnya selain penyakit penyerta seperti hipertensi, jantung korononer dan stroke. Kementerian Kesehatan saat ini fokus pada pengendalian faktor risiko DM melaui upaya promotif dan preventif dengan tidak mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Saat ini pelayanan DM sudah dilaksanakan di Puskesmas dengan pemberian obat sesuai kemampuan daerah masing-masing, Pada penyandang DM rujuk balik dari Rumah Sakit yang merupakan peserta askes dapat diberikan obat oral maupun suntikan selama 30 hari atau sesuai rekomendasi dokter RS.

Sementara itu, salah satu kegiatan pengendalian DM yang dilakukan Kemenkes yaitu monitoring dan deteksi dini faktor risiko DM di Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) PTM dan implementasi perilaku CERDIK. Posbindu PTM merupakan kegiatan peran serta masyarakat dalam pengendalian faktor risiko DM secara mandiri dan berkelanjutan. Saat ini sudah terdapat 7.225 Posbindu di seluruh Indonesia. Kegiatan Posbindu PTM dapat diimplementasikan di setiap tatanan/kelompok masyarakat. 

CERDIK ini mempunyai makna, Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat Cukup, Kelola Stres.

Mari menuju masa muda sehat, hari tua nikmat tanpa PTM dengan perilaku CERDIK.

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Kegiatan Scrining PTM Kusus Dalam Rangka Peringatan HKN Ke 53 Di kab. Aceh Tamiang Tanggal 10 Nopember 2017
    Oleh : Aceh

    Kegiatan meliputi pemeriksaan terhadap SKPK Dilingkungan perkantoran Kab Aceh Tamiang

    Selengkapnya
  • PINK OKTOBER BUTTA TOA KABUPATEN BANTAENG
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Kanker servik ( metode IVA ) dan Payudara Kab. Sanggau
    Oleh : Kalimantan Barat

    Pemeriksaan kanker servik dan payudara dilaksanakan selama bulan oktober di seluruh puskesmas di kabupaten sanggau diikuti oleh 232 orang peserta

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan IVA dalam Rangka GERMAS di Kabupaten Asahan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kab. Asahan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan IVA dalam Rangka GERMAS di Kabupaten Asahan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kab. Asahan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut

    Selengkapnya
  • Peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2017
    Oleh : Jawa Barat

    Seminar dan Talkshow dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2017 di Gedung Bhakti Pos Indonesia Bandung

    Selengkapnya