Pencegahan Diabetes Melitus

05 Desember 2013

ditampilkan : 1776 kali

Pencegahan penyakit diabetes melitus tipe 2 terutama ditujukan kepada orang-orang yang memiliki risiko untuk menderita DM tipe 2. Tujuannya adalah untuk memperlambat timbulnya DM tipe 2, menjaga fungsi sel penghasil insulin di pankreas, dan mencegah atau memperlambat munculnya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Faktor risiko DM tipe 2 dibedakan menjadi faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Usaha pencegahan dilakukan dengan mengurangi risiko yang dapat dimodifikasi.

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi contohnya ras dan etnik, riwayat anggota keluarga menderita DM, usia >45 tahun, riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir bayi>4000 gram atau riwayat pernah menderita DM gestasional (DMG), dan riwayat lahir dengan berat badan rendah, kurang dari 2,5 kg.

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi contohnya berat badan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, hipertensi (> 140/90 mmHg), gangguan profil lipid dalam darah (HDL < 35 mg/dL dan atau trigliserida > 250 mg/dL, dan diet tak sehat tinggi gula dan rendah serat. Pencegahan DM juga harus dilakukan oleh pasien-pasien prediabetes yakni mereka yang mengalami intoleransi glukosa (GDPP dan TGT) dan berisiko tinggi mederita DM tipe 2.

Pencegahan DM tipe 2 pada orang-orang yang berisiko pada prinsipnya adalah dengan mengubah gaya hidup yang meliputi olah raga, penurunan berat badan, dan pengaturan pola makan. Berdasarkan analisis terhadap sekelompok orang dengan perubahan gaya hidup intensif, pencegahan diabetes paling berhubungan dengan penurunan berat badan. Menurut penelitian, penurunan berat badan 5-10% dapat mencegah atau memperlambat munculnya DM tipe 2. Dianjurkan pula melakukan pola makan yang sehat, yakni terdiri dari karbohidrat kompleks, mengandung sedikit lemak jenuh dan tinggi serat larut. Asupan kalori ditujukan untuk mencapai berat badan ideal.

Akitivitas fisik harus ditingkatkan dengan berolah raga rutin, minimal 150 menit perminggu, dibagi 3-4 kali seminggu. Olah raga dapat memperbaiki resistensi insulin yang terjadi pada pasien prediabetes, meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), dan membantu mencapai berat badan ideal. Selain olah raga, dianjurkan juga lebih aktif saat beraktivitas sehari-hari, misalnya dengan memilih menggunakan tangga dari pada elevator, berjalan kaki ke pasar daripada menggunakan mobil, dll.

Merokok, walaupun tidak secara langsung menimbulkan intoleransi glukosa, dapat memperberat komplikasi kardiovaskular dari intoleransi glukosa dan DM tipe 2. Oleh karena itu, pasien juga dianjurkan berhenti merokok.

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Sosialisasi Kanker Leher Rahim dan Deteksi DIni IVA serta penilaian Lomba IVA Tes Tingkat Nasional di Kabupaten Asahan
    Oleh : Sumatera Utara

    Sosialisasi Kanker Leher Rahim dan Deteksi DIni IVA di Kabupaten Asahan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan IVA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XVII Tahun 2017 di Kejaksaan Negeri Asahan
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan IVA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XVII Tahun 2017 di Kejaksaaan Negeri Asahan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan IVA di Puskesmas Gambir Baru
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan IVA di Puskesmas Gambir Baru

    Selengkapnya
  • Kegiatan Pemeriksaan IVA dan Sadanis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
    Oleh : Bangka Belitung

    Pemeriksaan IVA dan Sadanis di instansi yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka DETEKSI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA PADA BULAN OKTOBER 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara di Desa Garessi Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Sosialisasi deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara yang dirangkaikan pemeriksaan iva dan dan pemeriksaan payudara klinis sadanis di dusun Maranae Desa Garessi tanggal 16 oktober 2017

    Selengkapnya