Populasi Lansia Diperkirakan Terus Meningkat Hingga Tahun 2020

26 November 2013

ditampilkan : 1885 kali

Menurut WHO, di kawasan Asia Tenggara populasi Lansia sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa. Pada tahun 2050 diperkirakan populasi Lansia meningkat 3 kali lipat dari tahun ini. Pada tahun 2000 jumlah Lansia sekitar 5,300,000 (7,4%) dari total polulasi, sedangkan pada tahun 2010 jumlah Lansia 24,000,000 (9,77%) dari total populasi, dan tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia mencapai 28,800,000 (11,34%) dari total populasi. Sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia sekitar 80.000.000.

Demikian disampaikan oleh Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kemenkes RI, dr. Eka Viora, Sp.KJ, pada acara Temu Media tentang Kesehatan Jiwa, di Jakarta (8/10). Pada acara ini Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr. Tun Kurniasih Bastaman, Sp.KJ(K), Ketua Asosiasi Psikogeriatri Indonesia (API), Dr. dr. Martina Wiwie Setiawan Nasrun, Sp.KJ(K), dan dr. Albert Maramis, Sp.KJ, Mental Health Expert WHO Indonesia.

Menurut dr, Eka Viora, Angka Harapan Hidup (AHH) secara keseluruhan pada tahun 2011 berjumlah 70,76 tahun, untuk perempuan angka harapan hidupnya lebih tinggi sekitar 73.38, sedangkan laki-laki lebih rendah dari perempuan yaitu 68.26.

Pada abad ke-21 tantangan khusus bidang kesehatan dari terus meningkatnya jumlah Lansia yaitu timbulnya masalah degeneratif dan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan-gangguan kesehatan jiwa yaitu depresi, demensia, gangguan cemas, sulit tidur. Penyakit-penyakit tersebut, akan menimbulkan permasalahan jika tidak diatasi atau tidak dilakukan pencegahan, karena ini akan menjadi penyakit yang bersifat kronis dan multi patologis.

Oleh karena itu perhatian semua negara terhadap masalah kelanjut usiaan ini harus terus diantisipasi, karena akan ada ketergantungan biaya yang sangat besar, biasanya Lansia itu penyakitnya lebih dari 10 seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengeran, nafsu makan, dan sulit tidur. 

Di Indonesia, apabila permasalahan Lansia ini tidak ada aksi atau kesadaran semua stakeholder bukan hanya bidang kesehatan tapi juga termasuk layanan sosial dan sebagainya, maka akan menimbulkan ancaman triple burden, yaitu jumlah kelahiran bayi yang masih tinggi, masih dominannya penduduk muda, dan jumlah Lansia yang terus meningkat.

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus di Terminal Utama Pekkae, Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada pengemudi/pengendara kendaraan roda empat menjelang hari raya Idul Adha di Terminal Utama Pekkae Kab. Barru

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan IVA dan CBE
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan IVA & CBE Di Desa Mukti Jaya, Wilayah kerja Puskesmas Tri Karya Mulya. Kecamatan. Tanjung Raya

    Selengkapnya
  • Pelatihan Kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular
    Oleh : Lampung

    Pelatihan Kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular

    Selengkapnya