Negara Anggota OKI Sepakat Mandiri dalam Penyediaan Produk Farmasi

26 November 2013

ditampilkan : 1633 kali

Cakupan vaksinasi di negara anggota OKI sedikit lebih rendah dari pada di negara berkembang lainnya. Hal ini secara umum disebabkan oleh kurangnya pembiayaan dan supply yang tidak cukup serta faktor keterbatasan akses di remote area. Kapasitas produksi obat dan vaksin di negara anggota OKI relatif tidak cukup (inadequate). Oleh karena itu negara anggota OKI berinisiatif untuk menjalin kerjasama dalam kemandirian penyediaan dan produksi farmasi termasuk vaksin. 

Indonesia sangat mendukung agenda OKI untuk mempromosikan kemandirian dalam produksi farmasi termasuk vaksin melalui peningkatan kapasitas produksi. Indonesia menyambut dengan tangan terbuka kesempatan dalam membangun jaringan, berbagi pengetahuan dan pengalaman serta kerjasama antara negara-negara anggota OKI. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wamenkes RI, Prof. Dr. Ali Gufron Mukti, MSc, PhD, pada sesi the 7th Steering Committee on Health (SCH) OIC Meeting.

Indonesia memiliki produsen vaksin yang telah memenuhi standar prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu Bio Farma-Indonesia. Hingga saat ini hanya ada dua produsen vaksin dari negara anggota OKI yang telah memenuhi standar prekualifikasi dari WHO, satu lagi adalah dari Pasteur Institute Senegal. Bio Farma Indonesia memiliki 11 produk yang telah direcognize oleh WHO, sementara produsen dari Senegal memiliki 1 produk.

Biofarma sejak lama telah berpengalaman dalam riset, produksi, pengiriman dan pendistribusian vaksin ke lebih dari 126 negara di dunia. Demikian pernyataan dr. Iskandar, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) dalam sesi diskusi panel Kemandirian dalam Penyediaan dan Produksi Farmasi Termasuk Vaksin pada acara Konferensi Tingkat Menteri Kesehatan ke 4 OKI.

PT Bio Farma (Persero) sebagai produsen vaksin di Indonesia telah memiliki pengalaman dalam forum global, di antaranya penyelenggara TCTP, program pelatihan negara-negara ketiga, komite eksekutif dan presiden DCVMN, giat dalam aktivitas Jejaring Negara-negara Produsen Vaksin, Badan Pendamping GAVI, dan sebagainya. 

Oleh karena itu kami yakin Indonesia memiliki kompetensi dan keahlian jika ditunjuk sebagai pemimpin dalam rangka pembentukan pusat unggulan produk-produk biologis bagi negara-negara anggota OKI,\" lanjut dr. Iskandar. 

Self Reliance Vaccine Production and Availability menjadi salah satu visi OIC Indonesia untuk menjadi hub of vaccine technology. Kemajuan teknologi vaksin di Indonesia terbukti dengan diluncurkannya vaksin baru Pentavalent yang diproduksi mandiri oleh Bio Farma, untuk dimasukkan ke dalam Program Imunisasi nasional. Vaksin tersebut disebut Pentavalen, karena merupakan gabungan dari 5 antigen, yaitu DPT (Difteri, Pertusis dan Tetanus), Hepatitis B, serta  Haemophilus influenza tipe B (HiB).  Pencanangan telah dilakukan oleh Menteri Kesehatan pada pertengahan tahun 2013 di Karawang, Jawa Barat.

Komentar :


nikita
29 November 2013

tst

warta jabar
29 November 2013

test

Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Pemeriksaan IVA Test di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara
    Oleh : Kalimantan Timur

    #GERMAS perduli kanker leher rahim dan kanker payudara, deteksi dini dengan pemeriksaan IVA Test/CBE di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara.

    Selengkapnya
  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya