Lindungi Dunia Anda, Dapatkan Vaksinasi

27 November 2013

ditampilkan : 1898 kali

Pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan mengutamakan upaya promotif - preventif termasuk Program Imunisasi yang terbukti sangat efektif untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi atau PD3I.

Keberhasilan Program Imunisasi di Indonesia telah terbukti sejak beberapa dasa-warsa terakhir ini. Sukses yang telah dicapai antara lain adalah; keberhasilan dalam pembasmian atau eradikasi cacar pada tahun 1974 - suatu penyakit menular sangat cepat menyebar dan banyak menimbulkan kesakitan, kecacatan, dan kematian, penderita polio sudah tidak ditemukan lagi di Indonesia sejak tahun 2006 dan diharapkan pada tahun 2018 seluruh dunia dapat bebas polio, penurunan lebih dari 90% angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Difteri, Pertusis atau Batuk 100 hari, Tetanus, dan Campak bila dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu.

Dari hasil Surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, memperlihatkan penurunan secara signifikan jumlah kasus dari 3 penyakit, bila dibandingkan antara data tahun 1990 dengan data tahun 2011. Penyakit tetanus dari 1.427 kasus turun menjadi 114 kasus, untuk pertusis dari 30.000 kasus telah berhasil diturunkan menjadi 1.941 kasus, dan untuk penyakit dipteri dari 2.200 kasus turun menjadi 806 kasus.

Demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH pada acara pembukaan Seminar Imunisasi Nasional dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia yang dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ketua Tim Penggerak PKK Pusat, para Ketua Pengurus Besar Profesi IDI, IDAI, IBI, dan PPNI serta para pejabat eselon I, II dan III Kemenkes RI, (27/3) di Jakarta. 

Secara global diperkirakan 2-3 juta kematian per tahunnya berhasil dicegah karena penyakit difteri, campak, pertusis, pneumonia, polio, rotavirus diare, rubella, dan tetanus melalui imunisasi. Tetapi, masih ada sekitar 22 juta bayi di dunia yang belum mendapat imunisasi lengkap dan sebesar 9,5 juta adalah di wilayah Asia Tenggara atau South East Asian Region, termasuk di dalamnya anak-anak Indonesia. Situasi ini yang mendorong langkah global dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dunia melalui pelaksanaan Pekan Imunisasi Dunia. 

Pekan Imunisasi Dunia sudah dilaksanakan di beberapa negara sejak tahun-tahun lalu, di Indonesia baru pertama kali dilakukan tahun ini, mulai tanggal 22 sampai 28 April 2013. Oleh karenanya Kemenkes berupaya mengisi acara ini dengan berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Pekan Imunisasi Dunia merupakan momentum untuk menggalang dukungan dan kerjasama sama dalam menyukseskan pelayanan imunisasi dengan melakukan penyebarluasan informasi baik melalui press briefing, media workshop, talkshow, atau seminar seperti yang kita laksanakan sekarang baik di Pusat maupun di daerah, jelas Menkes.

Pada kesempatan itu pula Menkes meminta dukungan agar jajaran kesehatan di rumah sakit dan puskesmas termasuk jajaran kesehatan di TNI-POLRI dan swasta, untuk memberikan pelayanan imunisasi dasar bagi bayi dan anak usia < 3 tahun yang status imunisasi dasarnya belum lengkap pada waktu bayi.

Komentar :


29 November 2013

artikel yang sangat bagus...patut di apresiasi

warta jabar
29 November 2013

tes tes test

drwawans
20 Desember 2013

betul..

Artineke A. Muhir
10 Juni 2014

Saya kenal dengan sosok yang sangat inspiring dalam dunia Vaksinasi, beliau adalah dr. Piprim, SpA penggagas rumah Vaksin. Mari bersama kita tingkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi

widi hartono
26 Agustus 2014

kerja keras biar sukses

wardah
01 Desember 2014

verry good...........

Yeni Kusnadi, SKM
11 Juni 2015

Bagaimana meyakinkan masyarakat tentang arti penting vaksinasi terkait dengan keyakinan?

P3206190201
02 Mei 2016

yakinkan dulu bahwa berusaha untuk sehat itu wajib, secara agama mengikuti perintah atau putusan pimpinan juga wajib, so imunisasi/vaksinasi juga wajib

Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus di Terminal Utama Pekkae, Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada pengemudi/pengendara kendaraan roda empat menjelang hari raya Idul Adha di Terminal Utama Pekkae Kab. Barru

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan IVA dan CBE
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan IVA & CBE Di Desa Mukti Jaya, Wilayah kerja Puskesmas Tri Karya Mulya. Kecamatan. Tanjung Raya

    Selengkapnya
  • Pelatihan Kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular
    Oleh : Lampung

    Pelatihan Kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular

    Selengkapnya