KEGIATAN POSBINDU KHUSUS LAMPUNG SELATAN

27 Juli 2017

ditampilkan : 132 kali

KEGIATAN POSBINDU KHUSUS (PEMKAB. LAMPUNG SELATAN) DI STADION JATI KALIANDA LAMPUNG SELATAN

 

Indonesia saat ini mengalami masalah kesehatan dengan menuingkatnya angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM). Dari data WHO tahun 2014 di Indonesia penyakit tidak menular menyebabkan kematian 660 orang per 100.000 penduduk. Penyakit tidak menular selain disebabkan oleh factor lingkungan dan keturunan, 80% diakibatkan oleh gaya hidup (life style) yang tidak sehat seperti, pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi tinggi lemak, konsumsi gula dan garam berlebih, kurang aktifitas fisik dan kebiasaan mengkonsumsi rokok.

Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang sering tidak bergejala dan tidak menimbulkan tanda klinis secara khusus sehingga menyebabkan setiap individu tidak mengetahui dan menyadari kondisi perjalanan penyakit pada dirinya sehingga sering terlambat dalam penanganannya.

Sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan penyakit tidak menular yaitu dengan melakukan aktifitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari selain itu perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai salah satu upaya deteksi dini PTM.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan secara rutin telah memprogramkan kegiatan senam dan olah raga lainnya setiap hari Jumat sebagai salah satu upaya untuk menjaga kesehatan pegawai di pemkab agar tetap sehat dan produktif. Dan pada kegiatan senam dan olah raga rutin yang dilaksanakan pada hari Jumat 7 Juli 2017 yang lalu Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan yang meliputi wawancara factor risiko, pengukuran antropometri, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol total.

Dari hasil pengukuran dan pemeriksaan yang dilakukan terhadap 76 pegawai diketahui bahwa :

-          Terdapat 30% pegawai dengan tekanan darah diatas normal (120/90 mmhg),

-          Indek Massa Tubuh (IMT) diatas normal sebanyak 40%,

-          kadar gula darah diatas normal sebanyak 20%,

-          hiperkolesterol 60%.

Dan dari wawancara factor risiko diketahu bahwa :

-          Terdapat 10% pegawai merokok,

-          Kurang aktifitas fisik 70%,

-          Kurang konsumsi sayur dan buah 30%,

Bagi pegawai yang terdapar factor risiko PTM seperti hipertensi, hiperkolesterol dan hiperglikemi dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di puskesmas.

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Sosialisasi Kanker Leher Rahim dan Deteksi DIni IVA serta penilaian Lomba IVA Tes Tingkat Nasional di Kabupaten Asahan
    Oleh : Sumatera Utara

    Sosialisasi Kanker Leher Rahim dan Deteksi DIni IVA di Kabupaten Asahan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan IVA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XVII Tahun 2017 di Kejaksaan Negeri Asahan
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan IVA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XVII Tahun 2017 di Kejaksaaan Negeri Asahan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan IVA di Puskesmas Gambir Baru
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan IVA di Puskesmas Gambir Baru

    Selengkapnya
  • Kegiatan Pemeriksaan IVA dan Sadanis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
    Oleh : Bangka Belitung

    Pemeriksaan IVA dan Sadanis di instansi yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka DETEKSI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA PADA BULAN OKTOBER 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara di Desa Garessi Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Sosialisasi deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara yang dirangkaikan pemeriksaan iva dan dan pemeriksaan payudara klinis sadanis di dusun Maranae Desa Garessi tanggal 16 oktober 2017

    Selengkapnya