KEGIATAN POSBINDU KHUSUS LAMPUNG SELATAN

27 Juli 2017

ditampilkan : 42 kali

KEGIATAN POSBINDU KHUSUS (PEMKAB. LAMPUNG SELATAN) DI STADION JATI KALIANDA LAMPUNG SELATAN

 

Indonesia saat ini mengalami masalah kesehatan dengan menuingkatnya angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM). Dari data WHO tahun 2014 di Indonesia penyakit tidak menular menyebabkan kematian 660 orang per 100.000 penduduk. Penyakit tidak menular selain disebabkan oleh factor lingkungan dan keturunan, 80% diakibatkan oleh gaya hidup (life style) yang tidak sehat seperti, pola makan dengan gizi tidak seimbang, kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi tinggi lemak, konsumsi gula dan garam berlebih, kurang aktifitas fisik dan kebiasaan mengkonsumsi rokok.

Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang sering tidak bergejala dan tidak menimbulkan tanda klinis secara khusus sehingga menyebabkan setiap individu tidak mengetahui dan menyadari kondisi perjalanan penyakit pada dirinya sehingga sering terlambat dalam penanganannya.

Sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan penyakit tidak menular yaitu dengan melakukan aktifitas fisik secara rutin minimal 30 menit setiap hari selain itu perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai salah satu upaya deteksi dini PTM.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan secara rutin telah memprogramkan kegiatan senam dan olah raga lainnya setiap hari Jumat sebagai salah satu upaya untuk menjaga kesehatan pegawai di pemkab agar tetap sehat dan produktif. Dan pada kegiatan senam dan olah raga rutin yang dilaksanakan pada hari Jumat 7 Juli 2017 yang lalu Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan yang meliputi wawancara factor risiko, pengukuran antropometri, pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol total.

Dari hasil pengukuran dan pemeriksaan yang dilakukan terhadap 76 pegawai diketahui bahwa :

-          Terdapat 30% pegawai dengan tekanan darah diatas normal (120/90 mmhg),

-          Indek Massa Tubuh (IMT) diatas normal sebanyak 40%,

-          kadar gula darah diatas normal sebanyak 20%,

-          hiperkolesterol 60%.

Dan dari wawancara factor risiko diketahu bahwa :

-          Terdapat 10% pegawai merokok,

-          Kurang aktifitas fisik 70%,

-          Kurang konsumsi sayur dan buah 30%,

Bagi pegawai yang terdapar factor risiko PTM seperti hipertensi, hiperkolesterol dan hiperglikemi dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di puskesmas.

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • POSBINDU DI TEMPAT KERJA (DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SOLOK, SUMATERA BARAT)
    Oleh : Sumatera Barat

    Pelaksanaan posbindu ditempat kerja di rutin (2 kali setahun), institusi/tempat kerja yang terakomodir baru 17 OPD di Kota Solok.

    Selengkapnya
  • Dalam rangka persiapan lomba desa siaga dan P2KS Desa Adimulyo
    Oleh : Lampung

    Puskesmas Adi luhur melakukan kegiatan pemeriksaan IVA dan CBE di Desa Adi Mulyo bersama PKK. Kabupaten Mesuji

    Selengkapnya
  • Workshop peningkatan pelayanan penderita Diabetes Melitus Tingkat Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Peningkatan kapasitas petugas pengelola program P2PTM puskesmas se-kabupaten Barru dalam melayani penderita penyakit Diabetes Melitus.

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus Di Instansi Dinas Kesehatan Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini Faktor Risiko PTM sekaligus pembentukan Posbindu Khusus di Dinas Kesehatan Kab. Barru pada tanggal 7 agustus 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai, Tanggal 6 Agustus 2017

    Selengkapnya