PERTEMUAN MANAJEMEN PENCEGAHAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN KESEHATAN JIWA PUSKESMAS SE-KABUPATEN MERANGIN

04 Mei 2017

ditampilkan : 205 kali

LATAR BELAKANG

Di Indonesia, kematian akibat penyakit tidak menular meningkat sangat pesat, WHO melaporkan bahwa 4 (empat) penyakit tidak menular yaitu Jantung, Penyakit Kanker, Paru Kronis dan Diabetes menjadi penyebab kematian akibat penyakit tidak menular dengan prevalensi sangat tinggi yaitu sebanyak 60% (Sample Registration Sistem/SRS 2014).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 melaporkan bahwa prevalensi Hipertensi sebesar 25,85 (meliputi sekitar 42 juta penduduk) sedangkan Diabetes 6,9% (meliputi sekitar 10 juta penduduk). Baru sekitar 30,4% kasus DM dan 36,8% kasus Hipertensi yang terdiagnosis, 2/3 diantaranya masih belum terdeteksi, atau masih tersembunyi di masyarakat.

Peningkatan Prevalensi Penyakit Tidak Menular, menjadi ancaman yang serius dalam pembangunan dibidang kesehatan karena mengancam pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular ditekankan pada upaya mencegah masyarakat yang sehat agar tidak jatuh ke fasse yang beresiko atau menjadi sakit berkomplikasi, dengan membangun kesadaran dan komitmen yang tinggi dari berbagai pihak.

Jumlah kasus penyakit tidak menular di Kabupaten Merangin terus meningkat. dari laporan Penyakit Tidak Menular Kabupaten Merangin Tahun 2016 sebanyak 37% meliputi 240.949 jiwa penduduk usia produktif 15 tahun ke atas. antara lain Kasus hipertensi, Kecelakaan Lalu Lintas, Diabetes Mellitus.  Agar upaya Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular berjalan secara optimal, diperlukan partisipasi masyarakat sehingga dikembangkan satu model Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular yang berbasis masyarakat yakni Posbindu-PTM. Posbindu PTM merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor resiko secara mandiri dan berkesinambungan, sehingga pencegahan faktor resiko PTM dapat dilakukan sejak dini dan kejadian PTM di Masyarakat dapat di tekan.

Pelayanan Poliklinik dan Posbindu-PTM merupakan kegiatan secara terintegrasi untuk mencegah dan mengendalikan faktor resiko PTM berbasis masyarakat sesuai sumberdaya dan kebiasaan masyarakat. Kegiatan mencakup deteksi dini dan tindak lanjut terhadap faktor resiko PTM serta upaya promosi kesehatan melalui berbagai kelompok.

 

GAMBARAN UMUM

Kabupaten Merangin adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, luas wilayah 7.668.61 km2 dengan Populasi 335.000 jiwa terdiri atas 24 Kecamatan, 203 Desa dan 10 Kelurahan. Kecamatan Jangkat terdiri dari 12 Desa, Kecamatan Sungai Tenang terdiri dari 12 Desa, Kecamatan Muara Siau terdiri dari 17 Desa, Kecamatan Lembah Masurai terdiri dari 15 Desa, Kecamatan Tiang Pungpung terdiri dari 6 Desa, Kecamatan Pamenang terdiri dari 13 Desa dan 1 Kelurahan, Kecamatan Pamenang Barat terdiri dari  8 Desa, Kecamatan Renah Pamenang terdiri dari 4 Desa, Kecamatan Pamenang Selatan terdiri dari 4 Desa, Kecamatan Bangko terdiri dari 4 Desa dan 4 kelurahan, Kecamatan Bangko Barat terdiri dari 6 Desa, Kecamatan Nalo Tantan terdiri dari 7 Desa, Kecamatan Batang Mesumai terdiri dari 10 Desa, Kecamatan Sungai Manau terdiri dari 10 Desa, Kecamatan Renah Pembarap terdiri dari 12 Desa, Kecamatan Pangkalan Jambu terdiri dari 8 Desa, Kecamatan Tabir terdiri dari 6 Desa dan 5 Kelurahan, Kecamatan Tabir Ulu terdiri dari  6 Desa, Kecamatan Tabir Selatan terdiri dari  7 Desa, Kecamatan Tabir Ilir terdiri dari 7 Desa, Kecamatan Tabir Timur terdiri dari 4 Desa, Kecamatan Tabir Lintas terdiri dari 5 Desa, Kecamatan Margo Tabir terdiri dari 6 Desa, Kecamatan Tabir Barat terdiri dari 14 Desa dengan jumlah 23 Puskesmas yang telah dilatih pelayanan PTM di Puskesmas dan Posbindu.

 

TUJUAN

Tujuan Pertemuan Manajemen Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular adalah untuk dapat mengembangkan dalam hal mengendalikan faktor Resiko Penyakit Tidak Menular melalui Poliklinik dan Posbindu Penyakit Tidak Menular, yaitu meningkatkan jumlah dan kualitas Posbindu Penyakit Tidak Menular, untuk meningkatnya cakupan deteksi dini faktor-faktor resiko Penyakit Tidak Menular serta untuk meningkatnya efektifitas rujukan Posbindu Penyakit Tidak Menular dengan faktor resiko dan pelayanan di puskesmas dapat terintegrasi dengan baik.

 

PELAKSANAAN

Laporan pelaksanaan Pertemuan Manajemen Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di sampaikan langsung oleh Kepala Bidang P2P Zamroni, SKM dan kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin H. Abdai'e, SKM. MKM pada Rabu, 19 April 2017 di Aula Family Inn Hotel.

 

PESERTA

Peserta dalam Pertemuan Manajemen Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular  ini sebanyak 25 Orang Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Merangin.

 

SUMBER DANA

Pelaksanaan Pertemuan Manajemen Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dalam Kabupaten Merangin didanai oleh Dana Pajak Rokok Tahun Anggaran 2017.

 

TENAGA PELAKSANA

Pelaksanaan pertemuan Intensifikasi Program PTM tersebut di lakukan oleh Tim :

Panitia ( Penanggung Jawab Kegiatan ) :

  1. Ahmad Ubaidillah, SKM
  2. Rofi Putra, SKM
  3. Dian Tri Mustika, Am.Kep
  4. Nuryadi, SKM
  5. Andri Sucipto, S.ST
  6. Rustin Idiawanti, SKM
  7. Titi Pesa Lestari, S.TR.Keb
  8. Yuliana, Am.Keb
  9. Nediana
  10. Randa Zulkarnain, SKM

 

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

  1. Masih kurangnya peran serta masyarakat.
  2. Masih lemahnya Survailans Epidemiologi PTM.
  3. Masih lemahnya Sistem Informasi dalam Pengendalian PTM.
  4. Kurangnya dukungan kebijakan dan pembiayaan dalam Pengendalian PTM.

 

PEMECAHAN MASALAH

  1. Meningkatkan Sosialisasi dan penyuluhan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat pedesaan tentang penyakit tidak Menular (PTM)  dan Faktor resiko dari Penyakit Tidak Menular agar Penyakit Tidak menular dapat dicegah sedini mungkin.
  2. Pengadaan Poster dan Leflet tertang informasi mengenai bahaya akibat yang ditimbulkan dari penyakit tidak menular
  3. Adanya dukungan dana dan Kebijakan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin dalam hal Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
  4. Pembentukan Posbindu yang lebih merata ke seluruh Kecamatan Dalam Kabupaten Merangin

 

KESIMPULAN

  1. Melalui Pertemuan Manjemen Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular untuk tenaga Kesehatan dalam Kabupaten Merangin Tahun 2017 ini, diharapkan agar dapat membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyakit tidak menular yang kian mengkhawatirkan dimasa yang akan datang karena berdampak terhadap peningkatan beban pembiayaan dan dapat menggangu pertumbuhan ekonomi negara.
  2. Peran Aktif dari pimpinan puskesmas untuk mengaktifkan pelayanan poliklinik Penyakit Tidak Menular dalam penanggulangan penyakit tidak menular di wilayah kerja masing-masing.
  3. Meningkatkan peran serta kader desa tentang pendeteksian sejak dini dan Faktor-faktor Penyakit Tidak Menular di pedesaan/masyarakat sangat diharapkan.
  4. Pertemuan Manajemen Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular ini diharapkan dapat memberikan dampak yang baik yaitu meningkatnya Manejemen Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan lahirnya inovasi-inovasi baru di Puskesmas baik untuk diri sendiri juga bagi masyarakat yang menjadi sasaran dalam pelayanan kesehatan.

 

RENCANA TINDAK LANJUT

  1. Mengaktifkan pelayanan Poliklinik Penyakit Tidak Menular di Puskesmas dalam Kabupaten Merangin dan Pengembangan Petugas Poliklinik Penyakit Tidak Menular pada tahun 2017.
  2. Mengaktifkan Posbindu Penyakit Tidak Menular yang telah dilatih dalam Kabupaten Merangin setelah mendapat distribusi alat kelengkapan posbindu.
  3. Mengadakan peralatan kebutuhan posbindu Penyakit Tidak Menular dalam Kabupaten Merangin yang saat ini Kebutuhan alat kelengkapan tersebut belum lengkap, yang akan diusulkan melalui dana pajak rokok kabupaten merangin
  4. Pengembangan SDM Puskesmas untuk Pelayanan melalui pelatihan petugas poliklinik Penyakkit Tidak Menular.
  5. Pengembangan Kader Posbindu yang belum dilatih dalam Kabupaten Merangin
  6. Pembentukan Jejaring Pengendalian Penyakit Tidak Menular dalam Kabupaten Merangin

(Rofi Putra, SKM)

 

 

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • POSBINDU DI TEMPAT KERJA (DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SOLOK, SUMATERA BARAT)
    Oleh : Sumatera Barat

    Pelaksanaan posbindu ditempat kerja di rutin (2 kali setahun), institusi/tempat kerja yang terakomodir baru 17 OPD di Kota Solok.

    Selengkapnya
  • Dalam rangka persiapan lomba desa siaga dan P2KS Desa Adimulyo
    Oleh : Lampung

    Puskesmas Adi luhur melakukan kegiatan pemeriksaan IVA dan CBE di Desa Adi Mulyo bersama PKK. Kabupaten Mesuji

    Selengkapnya
  • Workshop peningkatan pelayanan penderita Diabetes Melitus Tingkat Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Peningkatan kapasitas petugas pengelola program P2PTM puskesmas se-kabupaten Barru dalam melayani penderita penyakit Diabetes Melitus.

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus Di Instansi Dinas Kesehatan Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini Faktor Risiko PTM sekaligus pembentukan Posbindu Khusus di Dinas Kesehatan Kab. Barru pada tanggal 7 agustus 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai, Tanggal 6 Agustus 2017

    Selengkapnya