PERTEMUAN INTENSIFIKASI PROGRAM PTM (PENYAKIT TIDAK MENULAR) DINAS KESEHATAN KABUPATEN MERANGIN 23 MARET 2016

20 Mei 2016

ditampilkan : 780 kali

Di Indonesia, kematian akibat PTM meningkat sangat pesat, dari 41% tahun 1995 menjadi 59,5% tahun 2007. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 menunjukkan bahwa dari 10 besar penyebab kematian tertinngi di Indonesia, 6 diantaranya adalah karena PTM. Stroke merupakan Penyebab kematian tertinggi  (15.4%), disusul tuberkulosis paru (7.5%), hipertensi (6.8%), cedera (6.5%), Perinatal (6.0%), DM (5.7%), penyakit hati (5.2%), Penyakit Jantung Iskemik (5.1%), dan penyakit saluran nafas bawah (5.1%). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi faktor risiko PTM di Indonesia relatif tinggi, seperti laki-laki obese umur ˃ 18 tahun (19,7%), perempuan obese (32,9%), obesitas sentral (26,6%), konsumsi tembakau usia ≥ 15 tahun (36,3%), kurang konsumsi sayur-buah (93,5%). Peningkatan Prevalensi PTM, menjadi ancaman yang serius dalam pembangunan dibidang kesehatan karena mengancam pertumbuhan ekonomi Nasional. Oleh karena itu, upaya pengendalian PTM ditekankan pada upaya mencegah masyarakat yang sehat agar tidak jatuh ke fasse yang beresiko atau menjadi sakit berkomplikasi, dengan membangun kesadaran dan komitmen yang tinggi dari berbagai pihak.

Jumlah kasus penyakit tidak menular di Kabupaten Merangin terus meningkat. Kasus hipertensi, Kecelakaan Lalu Lintas, Diabetes Mellitus dll  Agar upaya tersebut dapat berjalan secara optimal, diperlukan partisipasi masyarakat sehingga dikembangkan satu model pengendalian PTM yang berbasis masyarakat yakni Posbindu-PTM. Posbindu PTM merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor resiko secara mandiri dan berkesinambungan, sehingga pencegahan faktor resiko PTM dapat dilakukan sejak dini dan kejadian PTM di Masyarakat dapat di tekan. Pelayanan Poliklinik dan Posbindu-PTM merupakan kegiatan secara terintegrasi untuk mencegah dan mengendalikan faktor resiko PTM berbasis masyarakat sesuai sumberdaya dan kebiasaan masyarakat. Kegiatan mencakup deteksi dini dan tindak lanjut terhadap faktor resiko PTM serta upaya promosi kesehatan melalui berbagai kelompok.

Kabupaten Merangin adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi, luaswilayah 7.668.61 km2 dengan Populasi 335.000 jiwa terdiriatas 24 Kecamatan, 203 Desa dan 10 Kelurahan. Kecamatan Jangkat terdiri dari 12 Desa, Kecamatan Sungai Tenang terdiri dari 12 Desa, Kecamatan Muara Siau terdiri dari 17 Desa, Kecamatan Lembah Masurai terdiri dari 15 Desa, Kecamatan Tiang Pungpung terdiri dari 6 Desa, Kecamatan Pamenang terdiri dari 13 Desa dan 1 Kelurahan, Kecamatan Pamenang Barat terdiri dari  8 Desa, Kecamatan Renah Pamenang terdiri dari 4 Desa, Kecamatan Pamenang Selatan terdiri dari 4 Desa, Kecamatan Bangko terdiri dari 4 Desa dan 4 kelurahan, Kecamatan Bangko Barat terdiri dari 6 Desa, Kecamatan Nalo Tantan terdiri dari 7 Desa, Kecamatan Batang Mesumai terdiri dari 10 Desa, Kecamatan Sungai Manau terdiri dari 10 Desa, Kecamatan Renah Pembarap terdiri dari 12 Desa, Kecamatan Pangkalan Jambu terdiri dari 8 Desa, KecamatanTabir terdiri dari 6 Desa dan 5 Kelurahan, Kecamatan Tabir Ulu terdiri dari  6 Desa, Kecamatan Tabir Selatan terdiri dari  7 Desa, KecamatanTabirIlirterdiridari7 Desa, KecamatanTabirTimurterdiridari 4 Desa, Kecamatan Tabir Lintas terdiri dari 5 Desa, Kecamatan Margo Tabir terdiri dari 6 Desa, KecamatanTabir Barat terdiri dari 14 Desa dengan jumlah 23 Puskesmas yang telahdilatih pelayanan PTM di Puskesmas dan Posbindu.

Pertemuan Intensifikasi Program PTM adalah untuk  mengendalikan faktor Resiko PTM melalui Poliklinik dan Posbindu PTM, yaitu untuk meningkatkan jumlah dan kualitas Posbindu PTM, untuk meningkatkan cakupan deteksi dini faktor-faktor resiko PTM serta untuk meningkatkat efektifitas rujukan Posbindu PTM dengan faktor resiko dan pelayanan di puskesmas dapat terintegrasi dengan baik. Pertemuan Intensifikasi Program PTM dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin dalam hal ini diwakili oleh sekretaris Dinas kesehatan Merangin H. Abdaie, SKM,MKM yang dilaksanakan pada tanggal 23 Maret  2016 di Aula Dinas Kesehatan Merangin, Pemateri berasal dari Narasumber Kabupaten yaitu  : Zamroni, SKM, dan Syilli Nandi, SKM Peserta dalam Pertemuan Intensifikasi Program PTM  ini sebanyak 46 Orang petugas Puskesmas Kabupaten Merangin. Pelaksanaan pertemuan Intensifikasi Program PTM tersebut di lakukan oleh Tim PTM dengan Penanggung Jawab Kegiatan Rofi Putra, SKM, Eva Rilliyanti dan Dian Tri Mustika, Am.Kep.

Komentar :


Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus di Terminal Utama Pekkae, Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular pada pengemudi/pengendara kendaraan roda empat menjelang hari raya Idul Adha di Terminal Utama Pekkae Kab. Barru

    Selengkapnya