PELATIHAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DAN KANKER PAYUDARA

19 Mei 2016

ditampilkan : 865 kali

         Pada tanggal 18 Mei 2016, di Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah dilakukan pertemuan yang dilakukan oleh Petugas Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan petugas Surveilans se – Kabupaten Kediri. Pertemuan ini akan dilanjutkan dengan praktek pelayanan IVA pada tanggal 19 Mei 2016 di Puskesmas Gurah oleh petugas kesehatan Reproduksi (Kespro) Puskesmas se – Kabupaten Kediri. Nara sumber Pelatihan ini adalah dr Dini Hapsari PP, Istianah SKM Mepid dan Susiati SKM yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya dari Subdit Ranker Direktorat Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI. Dengan adanya Pelatihan deteksi dini penyakit kanker serviks dan kanker payudara diharapkan mutu pelayanan deteksi dini kanker serviks khususnya metode IVA dan kegiatan SADANIS (pemeriksaan payudara secara klinis) akan semakin meningkat.

         Saat ini Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama diseluruh dunia. Menurut laporan WHO tahun 2010, pada tahun 2008 terdapat kematian hampir 57 juta jiwa di seluruh dunia dan 63% diantaranya akibat penyakit tidak menular. Angka ini jauh melebihi kematian akibat Penyakit Menular.

         Salah satu Penyakit Tidak Menular adalah kanker. Berdasarkan data global burden 2012 data kasus kanker adalah 12,1 juta dengan jumlah kematian 8,2 juta. Bila tidak dilakukan upaya pengendalian yang sesuai, sekitar 13,1 juta orang diprediksi akan meninggal pada tahun 2030 (WHO,2013). Sedangkan menurut riskesdes 2013, prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (tujuh) di Indonesia (riskesdes 2007). Kanker serviks dan kanker payudara merupakan kanker yang paling tinggi prevalensinya di dunia maupun di Indonesia. Estimasi globogan (2008) insiden kanker payudara di Indonesia 36 per 100.000 perempuan dan kanker serviks 12,6 per 100.000 perempuan.

         Alasan utama tingginya dan meningkatnya kedua kanker di negara berkembang termasuk di Indonesia adalah karena kurangnya program penapisan yang efektif dengan tujuan mendeteksi keadaan sebelum kanker maupun kanker pada stadium dini termasuk pengobatannya sebelum proses invasif yang lebih lanjut. Estimasi tahun 1985 hanya 5% perempuan di daerah berkembang yang mendapat pelayanan penapisan dibanding dengan 40% perempuan di negara maju. Kematian kasus kedua kanker di negara berkembang juga diperparah dengan rendahnya kemampuan dan aksesibilitas untuk pengobatan.

         Beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan pengendalian kedua kanker ini adalah penanggulangan terpadu harus dilaksanakan sejak ndari Puskesmas. Pengendalian meliputi penapisan (screening) yang diikuti dengan pengobatan yang adekuat. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, penapisan harus berfokus pada perempuan dengan golongan umur yang sudah ditargetkan.

         Puskesmas diharapkan mampu melakukan pencegahan kanker serviks dan kanker payudara yang khususnya pencegahan primer dan sekunder.

  1. Pencegahan Primer: untuk mengeliminasi dan meminimalisasi pajanan penyebab dan faktor resiko, memberikan edukasi tentang perilaku gaya hidup sehat, promosi anti rokok, perilaku seksual yang aman, pemberian vaksin HPV.
  2. Pencegahan Sekunder: deteksi dini dan pengobatan segera.
  3. Pencegahan Tersier: diagnosis dan terapi serta pelayanan paliatif.

Upaya pengendalian kanker serviks di Indonesia dikembangakn upaya pencegahan melalui screening dengan metode IVA ( Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan krioterapi untuk IVA positif. Sedangakan untuk kanker payudara screening melalui pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) dan mengajarkan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Metode ini terbukti memberikan banyak keuntungan yaitu pemerisaan sederhana, mudah, murah, cepat, sensitifitas yang cukup baik.

 

Komentar :


anik purnaningsih
19 Mei 2016

Sipppp......semoga ada pelatihan pemeriksaan IVA untuk semua petugas surveilans

Siti Rosyidah
19 Mei 2016

Siap ikut...

rahmad harihadi
29 Mei 2016

semoga kedepannya lebih sering diadakan pelatihan serupa...juga untuk surveilennya......lanjutkan!!!

Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Pemeriksaan IVA Test di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara
    Oleh : Kalimantan Timur

    #GERMAS perduli kanker leher rahim dan kanker payudara, deteksi dini dengan pemeriksaan IVA Test/CBE di Kel.Loa Tebu, Kab.Kutai Kartanegara.

    Selengkapnya
  • Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir
    Oleh : Kalimantan Timur

    Pembentukan Posbindu PTM di Desa Loa Duri Ilir Kab.Kutai Kartanegara yang mendapat dukungan penuh dari dana desa untuk pengadaan alat dan rapid test pemeriksaan kesehatan.

    Selengkapnya
  • Skrening Merokok Pada Anak Sekolah
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Skrenng merokok pada anak sekolah dari SMP/sederajat (kelas 7) 6 sekolah dan SMA/Sederajat (kelas 10) 6 sekolah dan terlaksanan dengan baik.

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Perokok Remaja Usia 15-19 Tahun di Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini perokok remaja usia 15-19 tahun menggunakan alat Co Analyzer di SMPN 1 Barru, wilayah kerja Puskesmas Padongko.

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN
    Oleh : Lampung

    Pemeriksaan Karbon Monoksida (CO) Smoker pada Anak Sekolah di SMA N 1 KALIANDA LAMPUNG SELATAN

    Selengkapnya