Ukuran text :

Gaya Hidup Penyebab Kematian kian Dominan

tanggal : 2016-01-07

Jumlah kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia terus meningkat. Hal tersebut mengubah tren penyebab kematian pada sekitar 1990-an yang mayoritas penyebabnya ialah penyakit menular atau wabah. Perubahan gaya hidup dan mobilitas masyarakat dianggap menjadi faktor utama tingginya kematian akibat PTM tersebut.

"Trennya sudah sangat berbeda sekarang. Penyakit menular seperti Tb dan diare sudah tidak lagi menjadi yang terbanyak," ungkap Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di kantor Kemenkes, Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes, pada 1990, angka kematian akibat PTM di Indonesia berada pada angka 37%. Angka tersebut terus mengalami kenaikan. Pada 2000, kematian akibat PTM menjadi 49%. Selanjutnya pada 2010 angka tersebut kembali meningkat menjadi 58%. Terakhir, hingga pertengahan 2015, diketahui JUMLAH kematian akibat penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia terus meningkat. Hal tersebut mengubah tren penyebab kematian pada sekitar 1990-an yang mayoritas penyebabnya ialah penyakit menular atau wabah. Perubahan gaya hidup dan mobilitas masyarakat dianggap menjadi faktor utama tingginya kematian akibat PTM tersebut.

"Trennya sudah sangat berbeda sekarang. Penyakit menular seperti Tb dan diare sudah tidak lagi menjadi yang terbanyak," ungkap Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di kantor Kemenkes, Jakarta, kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes, pada 1990, angka kematian akibat PTM di Indonesia berada pada angka 37%. Angka tersebut terus mengalami kenaikan. Pada 2000, kematian akibat PTM menjadi 49%. Selanjutnya pada 2010 angka tersebut kembali meningkat menjadi 58%. Terakhir, hingga pertengahan 2015, diketahui kematian akibat PTM telah mencapai 57% (lihat grafik).

"Sudah menjadi terbalik, angka PTM saat ini seperti angka kematian akibat penyakit menular di 90-an," terangnya. Dari angka tersebut, diketahui, hingga 2014, penyakit jantung masih menjadi PTM yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni sebesar 30,6%, diikuti stroke yang mencapai 21,1%, dan diabetes melitus 6,7%.

Nila mengatakan, saat ini berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 dan 2013 diketahui, mayoritas masyarakat masa kini hidup dengan gaya yang tidak sehat. Sebanyak 36,3% penduduk di atas usia 15 tahun ialah perokok. Sekitar 93,5% penduduk di atas usia 10 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, sebanyak 26,1% dan 4,6% penduduk kurang beraktivitas fisik dan mengonsumsi alkohol.

Nila menambahkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, berbagai upaya dilakukan, termasuk upaya kampanye hidup sehat yang terus dilakukan di berbagai daerah. Selain itu, upaya peningkatan pelayanan kesehatan primer di berbagai titik wilayah Indonesia juga dilakukan. Salah satunya melalui program Tim Nusantara Sehat yang telah diluncurkan sejak pertengahan 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

"Program tersebut diluncurkan sebagai upaya peningkatan kualiatas, fasilitas, dan akses kesehatan di wilayah terpencil," ujarnya.

Sekjen Kemenkes Untung Suseno mengatakan saat ini tenaga kesehatan serta kelengkapan alkes yang kurang masih terjadi di banyak puskesmas. Hal itu menjadi salah satu prioritas yang ditingkatkan untuk mencegah terjadinya kematian PTM.

"Saat ini dari sekitar 9.700 puskesmas yang fasilitasnya sudah lengkap terpenuhi baru sekitar 1.000. Untuk itu, distribusi alkes dan pemenuhan tenaga medis terus dilakukan," terangnya. Sebelumnya, pada Agustus 2015, ASEAN juga mengadakan forum yang membahas kematian PTM sebagai salah satu prioritas masalah kesehatan yang harus ditekan angkanya. (Media Indonesia, Rabu, 06 Januari 2016)

Komentar :


23 Februari 2016

Informatif sekali, kami harap ada solusi terbaik dalam hal ini, karena ini menyangkut kehidupan masyarakat kita, salam sehat my site : <a href="http://herbalsemarang.com">Toko Obat Herbal Semarang</a>

Silakan login atau daftar sebagai member untuk memberi komentar

Berita Terbaru

  • Sosialisasi Kanker Leher Rahim dan Deteksi DIni IVA serta penilaian Lomba IVA Tes Tingkat Nasional di Kabupaten Asahan
    Oleh : Sumatera Utara

    Sosialisasi Kanker Leher Rahim dan Deteksi DIni IVA di Kabupaten Asahan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan IVA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XVII Tahun 2017 di Kejaksaan Negeri Asahan
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan IVA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XVII Tahun 2017 di Kejaksaaan Negeri Asahan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan IVA di Puskesmas Gambir Baru
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan IVA di Puskesmas Gambir Baru

    Selengkapnya
  • Kegiatan Pemeriksaan IVA dan Sadanis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
    Oleh : Bangka Belitung

    Pemeriksaan IVA dan Sadanis di instansi yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka DETEKSI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA PADA BULAN OKTOBER 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara di Desa Garessi Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Sosialisasi deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara yang dirangkaikan pemeriksaan iva dan dan pemeriksaan payudara klinis sadanis di dusun Maranae Desa Garessi tanggal 16 oktober 2017

    Selengkapnya