Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

2013-10-22

Ditampilkan : 5472

Kenali Gejalanya dan Hindari Faktor Risikonya

Apa yang dimaksud dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)?

Penyakit Paru Obstruktif Kronik dahulu disebut dengan Penyakit Paru Obstruktif Menahun. Penyakit ini ditandai dengan adanya perlambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Perlambatan Aliran udara umumnya bersifat progresif dan berkaitan dengan respons inflamasi yang abnormal terhadap partikel atau gas iritan.

PPOK

Apa saja gejala PPOK?

Seseorang dengan PPOK ringan dapat tanpa keluhan atau gejala. Hal ini berbahaya karena apabila faktor risikonya tidak dihindari maka penyakit ini akan semakin progresif. PPOK dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Sesak napas
  • Batuk-batuk kronis (batuk 2 minggu)
  • Sputum yang produktif (batuk berdahak)

Pada PPOK eksaserbasi akut terdapat gejala yang bertambah parah seperti:

  • Bertambahnya sesak napas
  • Kadang-kadang disertai mengi
  • Bertambahnya batuk disertai meningkatnya sputum (dahak)
  • Sputum menjadi lebih purulen dan berubah warna
  • Gejala non-spesifik: lesu, lemas, susah tidur, mudah lelah, depresi

Apa saja faktor risiko PPOK?

  1. Kebiasaan merokok merupakan satu-satunya penyebab kausal yang terpenting, jauh lebih penting dari faktor penyebab lainnya.
Dalam pencatatan riwayat merokok perlu diperhatikan :
    • Riwayat merokok
      • Perokok Aktif
      • Perokok Pasif
    • Bekas perokok: Bila merupakan bekas perokok harus dinilai derakat berat merokok dengan menggunakan Indeks Brinkman (IB), yaitu perkalian jumlah rata-rata batang rokok dihisap sehari dikalikan lama merokok dalam tahun :
      • Ringan : 0-200
      • Sedang : 200-600
      • Berat : >600
  2. Riwayat terpajan polusi udara di lingkungan dan tempat kerja
  3. Hipereaktiviti bronkus
  4. Riwayat infeksi saluran napas bawah berulang
  5. Defisiensi antitripsin alfa - 1, umumnya jarang terdapat di Indonesia

Apa saja dampak buruk dari asap rokok?

Di dalam sebatang rokok terkandung 4.000 jenis senyawa kimia beracun yang berbahaya untuk tubuh dimana 43 diantaranya bersifat karsinogenik. Dengan komponen utama:

  • Nikotin, zat berbahaya penyebab kecanduan
  • Tar, bersifat karsinogenik
  • CO, menurunkan kandungan oksigen dalam darah

Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit, khususnya kanker paru, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit jantung koroner, dan gangguan pembuluh darah, disamping menyebabkan penurunan kesuburan, gangguan kehamilan, gangguan pertumbuhan janin (fisik dan IQ), gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal.

Selain berdampak buruk bagi kesehatan perokok itu sendiri, Asap Rokok Orang Lain (AROL) juga berbahaya bagi kesehatan orang di sekitarnya, yang dalam hal ini menjadi perokok pasif. AROL adalah gabungan antara asap yang dikeluarkan oleh ujung rokok yang membara dan produk tembakau lainnya serta asap yang dihembuskan oleh perokok. Tidak ada batas aman untuk AROL. Hasil survey menunjukkan bahwa jumlah perokok pasif perempuan di Indonesia 62 juta dan laki-laki 30 juta, dan yang paling menyedihkan adalah jumlah anak usia 0-4 tahun yang terpapar AROL sebesar 11,4 juta anak. Perokok pasif ini mempunyai risiko terkena penyakit kanker 30 % lebih besar dibandingkan dengan yang tidak terpapar asap rokok, juga terkena penyakit jantung iskemik yang disebabkan oleh asap rokok.

Pemeriksaan apa yang harus dilakukaan untuk menunjang diagnosis PPOK?

  • Spirometri. Spirometri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur secara obyektif kapasitas/fungsi paru (ventilasi) pada pasien dengan indikasi medis. Alat yang digunakan disebut spirometer
  • Radiologi (Rontgen Thoraks)
  • Bila eksaserbasi akut: analisis gas darah, DPL, Sputum gram, Kultur MOR

Apa saja prinsip terapi PPOK?

  • Edukasi dan motivasi untuk berhenti merokok
  • Farmakoterapi: bronkodilator, steroid, mukolitik, antioksidan
  • Terapi non-farmakologis:
  • Rehabilitas: latihan fisik, latihan pernapasan
  • Terapi oksigen jangka panjang (15 jam sehari) pada PPOK Stadium III
  • Nutrisi
  • Pembedahan pada PPOK berat

Vaksinasi apakah yang bermanfaat dalam mencegah PPOK?

Pada PPOK Eksaserbasi akut biasanya disebabkan oleh infeksi mukosa trakeobronkial, terutama oleh bakteri Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza, Moraxella catarrhalis. Maka vaksinasi influenza dan pneumokok dapat bermanfaat dalam mencegak PPOK Eksaserbasi akut.

Berita Terbaru

  • Dalam rangka persiapan lomba desa siaga dan P2KS Desa Adimulyo
    Oleh : Lampung

    Puskesmas Adi luhur melakukan kegiatan pemeriksaan IVA dan CBE di Desa Adi Mulyo bersama PKK. Kabupaten Mesuji

    Selengkapnya
  • Workshop peningkatan pelayanan penderita Diabetes Melitus Tingkat Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Peningkatan kapasitas petugas pengelola program P2PTM puskesmas se-kabupaten Barru dalam melayani penderita penyakit Diabetes Melitus.

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus Di Instansi Dinas Kesehatan Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini Faktor Risiko PTM sekaligus pembentukan Posbindu Khusus di Dinas Kesehatan Kab. Barru pada tanggal 7 agustus 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai, Tanggal 6 Agustus 2017

    Selengkapnya
  • Pelatihan Kader Posbindu dikota Solok
    Oleh : Sumatera Barat

    Pelatihan ini diikuti oleh kader posbindu di 27 Posbindu di 13 Kelurahan se-Kota Solok

    Selengkapnya