Kanker Pada Anak (3) : Neuroblastoma

2013-12-18

Ditampilkan :


NEUROBLASTOMA

A.      PENGERTIAN

Neuroblastoma adalah tumor embrional dari sistem saraf simpatis yang berasal dari primitive neural crest.

 

B.      EPIDEMIOLOGI

Angka kejadian neuroblastoma adalah 10,5 per 1 juta anak dibawah usia 15 tahun dan tidak ada hubungannya dengan letak geografi dan ras. Jumlah pasien neuroblastoma diperkirakan 10% dari semua tumor pada anak. Kasus yang terjadi pada anak laki-laki dan perempuan tidak jauh berbeda yaitu 1,2 ; 1. Puncak angka kejadian terjadi pada usia antara 0 – 4 tahun dengan rata-rata pada usia 23 bulan. Empat puluh persen gejala timbul dibawah usia 1 tahun dan < 5% diatas 10 tahun. Bayi usia kurang dari 1 tahun prognosisnya lebih baik dibanding anak usia lebih 1 tahun. Pada tahun 2006 – 2010 di RSCM terdapat 52 kasus baru dan RSKD sebanyak 10 kasus baru neuroblastoma.

 

C.      TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala timbul sesuai dengan penyebaran yang terjadi. Penyebaran ke :

1.       Tulang pre-orbita

Menyebabkan perdarahan di sekitar mata (hematom) dan mata menonjol.

2.       Tulang

Menyebabkan nyeri pada tulang sehingga menyebabkan anak lemah dan gelisah.

3.       Rongga abdomen

Menyebabkan perasaan tidak enak, terasa penuh dan diare. Jika sampai menekan pembuluh darah balik dan aliran getah bening tungkai bawah, maka akan timbul bengkak di skrotum dan tungkai bawah. Jika menekan pembuluh darah dapat menimbulkan hipertensi.

4.       Rongga dada dan leher

Menyebabkan Sindrom Horner (ptosis unilateral, miosis, anhidrosis/ amata kering) dan sindrom vena cava superior (pembengkakan di leher akibat penekanan vena cava superior oleh massa dalam rongga dada)

5.       Paraspinal

Bila menyebar ke foramen neural dan korpus vertebrae dapat menyebabkan nyeri radikuler, lumpuh dan gangguan fungsi kandung kencing dan usus.

 

D.      STADIUM

Stadium neuroblastoma Internasional menurut INSS (Brodeour dkk, 1993) :

I

Tumor terlokalisasi dengan eksisi luas lengkap, dengan/tanpa adanya penyakit residual secara mikroskopis

Tidak ada pembesaran KGB ipsilateral dan kontralateral terhadap tumor secara mikroskopis (mungkin didapatkan pembesaran KGB yang melekat pada tumor primer dan diambil secara bersamaan).

II a

Tumor terlokalisir dengan eksisi luas tidak lengkap

Tidak ada pembesaran KGB ipsilateral  terhadap tumor secara mikroskopis  

II b`

Tumor terlokalisasi dengan eksisi luas lengkap / tidak lengkap

Didapatkan  pembesaran KGB ipsilateral  dan tidak melekat pada tumor

Pembesaran KGB harus tidak didapatkan secara mikroskopis

III

Tumor unilateral yang dapat dioperasi dan terjadi infiltrasi melewati garis tengah

Dengan/ tanpa pembesaran KGB regional

Tumor terlokalisir unilateral dengan pembesaran KGB kontralateral regional atau tumor di garis tengah dengan adanya perluasan bilateral secara infiltrasi yang tidak dapat dioperasi atau dengan adanya pembesaran KGB

IV

Tumor dimanapun dengan penyebaran jauh ke KGB, tulang, sumsum tulang, hepar, kulit dan atau organ lain

V

Tumor primer terlokalisir ( Stadium 1, 2a dan 2b) dengan penyebaran yang terbatas pada kulit, hepar dan atau sumsum tulang (khusus untuk bayi usia < 1 tahun)

 

E.       DIAGNOSIS

Anamnesis :

·         Benjolan di perut

·         Kebiruan di sekitar mata

Pemeriksaan Fisik :

·         Teraba benjolan di perut

·         Proptosis

·         Perdarahan di sekitar mata (hematoma periorbita)

Pemeriksaan Penunjang :

·         RS tipe B dan C

Darah rutin, fungsi hati, fungsi ginjal, feritin, LDH, aspirasi sumsum tulang, USG abdomen atau CT scan abdomen dan biopsi

·         RS tipe A

Darah rutin, fungsi hati, fungsi ginjal, Vannyl Mandelic Acid (VMA), feritin, LDH, aspirasi sumsum tulang, USG abdomen atau CT scan abdomen, biopsi dan Metaiodobenzylguanidine (MIBG).

 

F.       TATA LAKSANA

1.       Operasi

2.       Kemoterapi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

  • Sosialisasi Kanker Leher Rahim dan Deteksi DIni IVA serta penilaian Lomba IVA Tes Tingkat Nasional di Kabupaten Asahan
    Oleh : Sumatera Utara

    Sosialisasi Kanker Leher Rahim dan Deteksi DIni IVA di Kabupaten Asahan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan IVA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XVII Tahun 2017 di Kejaksaan Negeri Asahan
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan IVA oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan pada Peringatan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XVII Tahun 2017 di Kejaksaaan Negeri Asahan

    Selengkapnya
  • Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan IVA di Puskesmas Gambir Baru
    Oleh : Sumatera Utara

    Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dengan IVA di Puskesmas Gambir Baru

    Selengkapnya
  • Kegiatan Pemeriksaan IVA dan Sadanis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
    Oleh : Bangka Belitung

    Pemeriksaan IVA dan Sadanis di instansi yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka DETEKSI KANKER SERVIKS DAN PAYUDARA PADA BULAN OKTOBER 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara di Desa Garessi Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Sosialisasi deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara yang dirangkaikan pemeriksaan iva dan dan pemeriksaan payudara klinis sadanis di dusun Maranae Desa Garessi tanggal 16 oktober 2017

    Selengkapnya