Kanker Pada Anak (1) : Leukemia

2013-12-12

Ditampilkan :

LEUKEMIA

 

  1. Pengertian

Leukemia merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Biasanya ditandai dengan proliferasi sel-sel darah putih dengan manifestasi adanya sel-sel abnormal dalam darah tepi (sel blast) secara berlebihan dan menyebabkan terdesaknya sel darah yang normal yang mengakibatkan fungsinya terganggu.

Leukemia dibagi atas :

1. Akut : Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) dan Leukemia Non Limfoblastik Akut (LNLA) atau Leukemia Mieloblastik Akut

2. Kronik : Leukemia Mielositik Kronik (LMK)

 

  1. Epidemiologi 

Penyakit ini paling banyak dijumpai diantara semua penyakit keganasan pada anak. Leukemia Akut merupakan 30-40 persen keganasan pada anak, puncak kejadian di usia 2-5 tahun. Angka kejadian untuk anak usia kurang dari 15 tahun dengan rata-rata 4-4,5 / 100.000 anak pertahun. Angka kematian karena leukemia di RSCM dan RSKD tahun 2006-2010 adalah sebesar 20-30 persen dari seluruh jenis kanker pada anak.

 

  1. Gejala dan Tanda 
  1. Pucat, lemah, anak rewel, nafsu makan menurun
  2. Demam tanpa sebab yang jelas
  3. Pembesaran hati, limpa dan kelenjar getah bening
  4. Kejang sampai penurunan kesadaran
  5. Pendarahan kulit (ptekie, hematom) dan atau pendarahan spontan (epistaksis, pendarahan gusi)
  6. Nyeri tulang pada anak
  7. Seringkali ditemukan pada anak yang sudah dapat berdiri dan berjalan, tiba-tiba tidak mau melakukannya lagi. Anak merasa lebih nyaman saat digendong.
  8. Pembesaran testis dengan konsistensi keras

 

  1. Diagnosis

Anamnesa :

  • Pucat
  • Demam tanpa sebab yang jelas
  • Pendarahan kulit
  • Nyeri tulang
  • Lesu, BB menurun

 

Pemeriksaan fisik

  • Pucat
  • Epistaksis/petekie/ekimosis
  • Pembesaran KGB
  • Hepatomegali
  • Splenomegali

 

Pemeriksaan Penunjang

  1. Puskesmas :

Darah rutin dan hitung jeniss (perhatikan kadar haemoglobin dan trombosit yang rendah, kadar leukosit yang rendah atau meningkat lebih dari 100.000/ml, ada tidaknya sel blast dan hitung jenis limfositer) --) bila didapatkan 2 dari 3 kelainan darah tepi.

  1. RS Tipe C dan B

·         Darah rutin dan hitung jenis

·         Foto toraks AP dan lateral

·         Aspirasi sumsum tulang

·         Pungsi lumbal

·         Sitokimia sumsum tulang

  1. RS Tipe A

·         Darah rutin dan hitung jenis

·         Foto toraks AP dan lateral

·         Aspirasi sumsum tulang

·         Pungsi lumbal

·         Sitokimia sumsum tulang

·         Imunofenoti ping

·         Sitogenetik

 

  1. Tatalaksana

1. Kemoterapi

2. Penanganan suportif

  • Pemberian transfusi komponen darah yang diperlukan
  • Pemberian komponen untuk meningkatkan kadar leukosit
  • Pemberian nutrisi yang baik dan memadai
  • Pemberian antibiotik, antijamur, dan antivirus bila diperlukan
  • Pendekatan psikososial
  • Perawatan di ruang yang bersih
  • Kebersihan mulut dan anus

Berita Terbaru

  • Dalam rangka persiapan lomba desa siaga dan P2KS Desa Adimulyo
    Oleh : Lampung

    Puskesmas Adi luhur melakukan kegiatan pemeriksaan IVA dan CBE di Desa Adi Mulyo bersama PKK. Kabupaten Mesuji

    Selengkapnya
  • Workshop peningkatan pelayanan penderita Diabetes Melitus Tingkat Kabupaten Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Peningkatan kapasitas petugas pengelola program P2PTM puskesmas se-kabupaten Barru dalam melayani penderita penyakit Diabetes Melitus.

    Selengkapnya
  • Posbindu Khusus Di Instansi Dinas Kesehatan Kab. Barru
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Kegiatan deteksi dini Faktor Risiko PTM sekaligus pembentukan Posbindu Khusus di Dinas Kesehatan Kab. Barru pada tanggal 7 agustus 2017

    Selengkapnya
  • Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai
    Oleh : Sulawesi Selatan

    Deteksi Dini FR PTM Pada Pengemudi DAMRI Pengantar Calon Jamaah Haji Dinas Kesehatan Kab. Sinjai, Tanggal 6 Agustus 2017

    Selengkapnya
  • Pelatihan Kader Posbindu dikota Solok
    Oleh : Sumatera Barat

    Pelatihan ini diikuti oleh kader posbindu di 27 Posbindu di 13 Kelurahan se-Kota Solok

    Selengkapnya